Kayanya akhir tahun ini ditutup dengan kata – kata “BERAKHIR”.  Entah sebuah kebetulan atau apa yang jelas bulan ini penuh dengan hal – hal yang membuat kita mengatakan kata – kata “Berakhir, Selesai”. Tapi kita menggolongkan dalam beberapa hal, antara lain adalah :

1.    DALAM HAL KULIAH

Kita berempat merupakan penanggung jawab kelas pada masing – masing mata kuliah yang kita pegang. Dan ga tau kenapa semua tugas kita sebagai PJ bisa selesai dalam beberapa minggu terakhir dalam bulan Desember ini. Nadya sebagai PJ  matakuliah Pengembangan Kurikulum, Hikmah sebagai PJ  matakuliah Pengembangan Satuan PLS, Retno A sebagai PJ matakuliah Bahasa Indonesia dan Gue sendiri sebagai PJ matakuliah Pengembagan Sumber Daya Manusia. Segala tugas kita sebagai PJ Selesai.

Di semester tiga ini merupakan kerja terakhir kita sebagai PJ kelas NR 2010, kenapa kita bilang terakhir? Alasannya karena kita berempat udah memutuskan untuk semester – semester yang akan datang kita akan lepas tangan dari semua tugas – tugas itu.

Gue sendiri cukup muak dengan semua ulah temen – temen  gue di kelas. Sory kalo gue ngomong kaya gini. Karena emang inilah yang gue rasain. Gue cukup kecewa dengan lo semua. Gue ga butuh ucapan terima kasih lo semua, yang gue butuhin itu cuma pengakuan lo ajah dan sedikit rasa pengertian kalian ke gue sebagai seorang PJ. Kita berusaha sebaik mungkin sebagai PJ, tapi apa yang kita terima? Yang kita terima itu : Protes yang gue ga tau apa maunya, Kata – kata cacian, dan Obrolan di belakang. Dan  yang paling menyakitkan semuanya itu dilakukan didalam dunia maya. Kalian selalu minta kita berlaku adil tapi setelah kita berlakukan sikap adil itu kalian selalu menentang dan mengatakan “KITA TIDAK ADIL”, padahal pemilihan anggota kelompok juga berdasarkan persetujuan dosen. Kalian tidak pernah mau mencoba dulu, yang kalian lakukan selau berkomentar dulu baru mencoba.

Jujur kami lelah dengan sikap kalian seperti ini. Maaf teman bila kita berkata seperti ini. Sebenarnya kita mau bicara langsung ke kalian tentang apa yang kita rasa sebagai PJ sekarang, tapi entahlah kami ga pernah tau harus bagaimana memulai pembicaraan itu. Mungkin juga karena tembok image yang sudah terbentuk kokoh dalam otak kalian yang membuat sulit bagi kami untuk menembusnya. Contohnya : Gue, yang selalu kalian sebut – sebut sebagai orang yang paling menyebalkan, mengerikan dan lain – lain. Terserah kalian mau menilai gue seperti apa, karena itu semua gue anggap sebagai bahan evaluasi untuk diri gue sendiri. Tapi yang jelas gue mau bilang buat lo lo lo semua “KENALI DULU BARU BERKOMENTAR”.

Ya sudahlah itu sebagian dari keluh kesah kami di semester 3 ini. Hehehe…Yang penting sekarang BERAKHIRLAH SEMESTER 3, BERAKHIRLAH TUGAS – TUGAS YANG MENJENGKELKAN TAPI MENGASIKKAN, BERAKHIRLAH PULANG LARUT MALAM KARENA KULIAH MALAM DAN YANG TERPENTING ADALAH BERAKHIRLAH TUGAS KAMI SEBAGAI PENANGGUNG JAWAB KELAS”.

Kami minta maaf bila selama kami jadi PJ banyak kesalahan yang kami perbuat dan menyusahkan kalian Dan kami mengucapkan terima kasih atas asam manis cerita yang kalian torehkan di semester ini untuk kami berempat.

Harapan kami diakhir masa jabatan kami sebagai PJ adalah “SEMOGA KALIAN BERUBAH DAN SEMOGA IP KAMI TETAP STABIL DI ATAS 3″.

2.    DALAM HAL SIKAP

Masalah merupakan cara yang berguna untuk pendewasaan sikap kita, dan kejujuran dapat melepaskan sebagian beban yang ada pada diri kita. Dan kenyataannya memang begitu. Dimulai dari masalah lah yang membuat kita seperti ini dan mengambil keputusan penting untuk kehidupan kami yang baru.

Gue mulai dari diri gue sendiri. Gue punya banyak masalah yang entah sampai kapan ini semua beakhir. Dunia foya – foya dan rokok lah yang menjadi pelarian gue. Tapi satu titik membuat gue berfikir kembali tentang hal – hal itu, dimulai dari kata seorang “mamah”

Mamah adalah sosok yang amat berarti buat gue sekarang. Sebuah kata sederhana yang dia ucapkan waktu itu membuatku mengambil segala keputusan untuk berhenti merokok.

“Ade yang prihatin ya nak, mamah disini cuma bisa bantu ade dengan doa, ade harus berjuang sendiri disana. Ade harus kuat disana, Ade harus nurut sama tante dan budhe, Ade merupakan harta mamah yang paling berharga. Mamah mau liat ade sukses. Ade harus percaya bahwa suatu saat nanti penderitaan keluarga kita akan BERAKHIR dan sebagai gantinya kita akan sama – sama lagi dalam kebahagiaan bersama”

Kalian tau apa yang gue pikirkan saat ini? Yang gue pikirinin adalah gimana perasaan mamah pas tau kalo gue ga bisa seperti yang dia harapkan disana. Sesak di dada selalu muncul kalo gue memikirkan itu. Dan solusi yang terlintas di otak gue adalah gue harus berubah untuk mamah gue. Dan setelah mendengar beberapa nasihat dan omelan dari teman – teman gue tersayang, akhirnya gue memutuskan untuk berubah dari hal – hal sepele yang sering bikin temen – temen di sekitar gue marah – marah dan itu adalah rokok. Yaps gue akan mulai berhenti merokok di bulan ini. Dan semua itu demi Mamah dan Temen – temen gue yang selalu setia mengiringi kelabilan gue.

“DAN MULAI SEKARANG GUE BERHENTI MEROKOK dan BERAKHIR DENGAN KATA – KATA, INGETIN GUE KALO GUE LEPAS KONTROL. DAN CITRA GUE SEBAGAI CEWEK PEROKOK KINI BERAKHIR SUDAH”

Sekarang adalah mot, cewek yang selalu terlihat periang dari luar ini ternyata menyimpan segala masalah yang pelik dan berat untuk kehidupan remajanya yang menginjak dewasa. Gue sendiri salut dengannya karena dia selalu bisa tersenyum walaupun masalah silih berganti datang di kehidupannya. Dulu gue pernah fikir, walaupun dia temen terdekat gue, tapi gue ga pernah bisa menembus satu sisi dari dia. Gue rasa ada yang dia sembunyikan dari kami, tapi kami sendiri ga pernah tau apa yang dia sembunyikan.

Tapi seribu pertanyaan tentang sikap dia itu terjawab sudah, dimulai dengan kata kejujuran. Segala energi, keberanian, air mata dan setiap pengakuan yang dia ucapkan waktu itu merupakan pukulan telak untuk kami bertiga. Karena kami bertiga bukan teman yang baik untuk mot. Kami tak pernah membayangkan hal – hal yang mot katakan itu terjadi pada dirinya. Dulu kami kira kejadian yang mot alami hanya ada dalam reality show belaka, tapi ternyata teman kita yang satu itu mengalaminya di dunia nyata.

Seorang mot yang ceria menyimpan seribu bahasa dan doa dalam hatinya. Seorang mot yang lugu menyiapkan tamengnya yang kokoh. Tapi ketika tameng itu telah runtuh oleh pengakuan dan kejujuran, yang kami tau adalah itulah mot yang sebenarnya,teman kami yang selalu menjadi bahan candaan kami karena keluguannya.

Sekarang ada mot yang baru dikehidupan pertemanan kami. Yaitu mot tanpa tameng, mot yang bisa selalu ceria, mot yang selalu lemot pentium akhir, mot yang selalu pemaaf, mot yang kuat, mot yang lincah. Dan mot yang kami sayang.

“MOT YAKINLAH SELALU ADA KEBAHAGIAN UNTUK KAMU, SELALU ADA KELEGAAN DI SETIAP KEJUJURANMU, DAN SELALU ADA KAMI DI SETIAP MASALAHMU.”

“MOT MAAFKAN KAMI BILA KAMI GA BISA MENJADI TEMAN YANG BAIK BUAT KAMU, KAMI GA PERNAH TAU KALAU KAMU SEDANG MENYIMPAN BERIBU MASALAH SENDIRIAN, MAAFKAN KAMI HIKMAH BILA KAMI SERING MEMBENTAKMU. SUNGGUH KAMI MINTA MAAF KARENA KAMI TIDAK BISA MENJADI TEMAN YANG BAIK UNTUKMU”

Harapan kami adalah….

“Masalah yang dihadapi mot cepat selesai,  Mot selalu ceria, Mot selalu bahagia, Mot selalu kuat, Mot selau bisa tersenyum. Dan semoga dia selalu menjadi HIKMAH dalam pertemanan kami. Dan mot temanku “Kini BERAKHIRLAH kesedihanmu” BERJUANGLAH”.

Berikutnya Tet “Mood Swing” itulah gambaran tentang dia. Kakak kecil kami ini adalah tong sampah kami. Yang dimaksud disini adalah dia adalah yang paling tua diantara kami berempat tapi sikapnya bisa menjadi seperti anak kecil. Apalagi kalo lagi ngambek…hehe. Moodnya yang gampang berubah bikin kadang kami sulit menebak kemauan dia. Dan sebagai tong sampah kami adalah dia itu pemakan segalanya, jadi kalo pergi sama dia ga akan ada makanan sisa diatas meja kecuali tulang atau piring – piringnya, itu semua disebabkan karena dia pemakan segalanya.hehehe

Mungkin kata – kata yang pengen gue pribadi disini ungkapin buat dia adalah jangan gampang tergoda rayuan dari cowok – cowok yang baru lo kenal tet.hehehe. Menjadi anak yatim piatu itu bukan pilihan lo tet, tapi itu takdir. Sama seperti gue yang besar dikeluarga broken home, itu bukan pilihan gue tapi takdir gue.

“Sebagai cewek satu – satunya, lo harus bisa ngebimbing saudara – saudara kandung lo tet. Posisi lo tuh anak tengah tet, lo musti bisa jadi adik yang baik buat kakak lo tapi juga harus bisa jadi panutan buat adik lo. Meski mereka udah dewasa tapi mereka tetap butuh lo tet. Kalau mereka ga bisa di ajak diskusi atau berkeluh kesah kami selalu siap buat lo tet. Kami selalu siap dengerin unek – unek lo tet, walau kadang kami ga punya solusi yang tepat tapi setidaknya lo bisa berbagi beban lo kepada kami”.

Harapannya

“Sabar tambahkan rasa sabar buat Tet. Dan mudah – mudahan BERAKHIRLAH RASA GALAU LO TET…hehhehe…..BETETTTTTTTTTTT FIGHTING…..”

Dan the next is Mbem…… si tembem yang satu ini kayaknya yang paling banyak untuk kata – kata berakhirnya nih. Okey gue mulai ajah deh ngejabarinnya :

Mbem itu orang yang paling adem ayem ajah kehidupannya, tapi sekaligus yang paling sedikit ceritanya. Tapi akhir – akhir ini dia berubah kok

Mulai dari sekarang dia mulai terbuka tentang kehidupan keluarganya, yang gue tau dia agak sebel dengan mamahnya yang agak – agak protektif sama dia. Tapi gue liat itu wajar – wajar ajah maklumlah diakan anak tunggal, cewek pula. Ibu mana yang tak khawatir sama anak perempuan semata wayangnya.

Mbem paling suka membolak – balikkan pertanyaan, tapi sekalinya kita bales dia marah. Dan itu MENYEBALKAN. Sikap dia yang suka gantung kalo menjawab sesuatu bikin emosi kita kadang – kadang ga stabil karena pengin banget ngejitak kepala dia atau nge Encum dia…

Harapannya…

“Terbuka bukan berarti harus mengatakan segalanya, tapi ceritakanlah hal – hal yang lo anggap itu penting mbem, semoga lo bisa lebih terbuka sama kita – kita mbem, karena gue rasa masih banyak yang lo sembunyiin dari kami. Tapi gue ga tau itu. Dan BERAKHIRLAH RASA TERTUTUP LO Mbem”..

BERSAMBUNG