Berbagi pengalaman deh….

Orang tua gue cerai pas gue masih duduk di kelas 3 SMP. Tapi perpisahan orang tua gue udah dimulai sejak gue kelas 1 SMP. Perasaan kehilangan pasti,  tapi apa boleh buat.

Okey kita mulai ajah yah ulasannya….

WHY???

Why cant they just get along? Kalo emang nggak cocok kenapa baru sekarang sih? Merekakan orang dewasa , harusnaya mereka bisa memperbaiki semuanya dan masalah apapun itu.

Pasti deh banyak pertanyaan yang bikin kita kesel sendiri. Well, hal awal yang perlu kamu ketahui adalah marriage life is tough. Beda banget sama pacaran. Dibutuhkan compatibillity yang tinggi untuk surv ive.

Misalnya kayak nyokap gue itu orang yang keras seharusnya beliau punya pasanagan yang  bisa menenangkan. Dan bokap gue itu suka dengan kebebasan, beliau seharusnya memiliki pasangan yang nggak mengekang berlebihan. Nah, kalau kecocokan seperti ini nggak ada, awalnya terlihat ringan dan tercover oleh rasa cinta yang berbunga – bunga. namun lama kelamaan akan menjadi masalah yang meruncing.

jadi pada dasarnya nggak ada pihak yang patut disalahkan dalam perpisahan orang tua. They are simply not compatible.

Mereka mungkin memiliki cara pikir yang bertolak belakang, punya cara pandang yang berbeda tentang kehidupan., punya solusi yang beda disetiap masalah, atau mereka memiliki kebutuhan yang nggak bisa dipenuhi oleh pasangan masing – masing. Tapi percaya deh, mereka pasti udah berusaha mengatasi masalah masing – masing. Manusia itu bukan robot. Nggak bisa diprogram untuk selalu mengalah atau selalu memaafkan. Manusia punya batasan, and so does yout parents.

DEAL WITH IT

Orangtua yang nggak akur atau bahkan  bercerai, bisa jadi cobaan terberat buat remaja seusia kita . But don’t ever make it as an excuse untuk menjadi “anak amburadul”.

 Problem :

1. They fight almost everyday

Kalo nggak berantem ya diem – dieman, jarang banget ada suasana yang di rumah. It’s as cold as ice.

Create your own warn area in the house. Walaupun keadaan rumah lagi ada perang dingin, tapi percaya deh kehangatan itu pasti aja. Atau dengan ngajak kakak, adik, si mbak, your lovely pet atau salah satu kalo ga mamah ya papah dengan kumpul bareng.

2. Mereka dalam proses perceraian

Dan dua-duanya berusaha mengambil hati kita dengan saling ngejelekin didepan kita. Seperti mereka nggak ngerti kalau sulit banget buat anak milih salah satu pihak. Kalo situasi dah kayak gini yang musti kita lakuin adah

Talk straight to your mom and dad, ” Mah/ pah, whatever you say to me about your patner, won’t change my feelings to him / her.” Minta mereka untuk nggak suruh kamu untuk memilih, because you love them equally no matter what.

3. My mom / dad leave me since I was a kid

And now you hate him / her so much. Hidup dalam kekecewaan dan selalu mengasihi diri sendiri karena ditinggal mamah / papah.

Gue pernah ngalamin masa – masa ini. mungkin ini yang paling berat buat gue… tapi pandangan ini berubah ketika seseorang senior gue bilang begini :

“Hey, wake up girl ! Lo itu lebih beruntung daripada anak – anak yang harus menyaksikan ketidak cocokan orang tua mereka setiap hari.”

yah… dan kalau salah satu pihak mengambil keputusan untuk pergi dati awal, mungkin karena dia emang nggak bisa melihat masa depan dari hubungan tersebut. lagian it’s totally his / her lost, kalau bukan sekarang, dia akan menyadarinya suatu saat nanti. Daripada membenci dia mati – matian mending bersyukur karena hubungan sama single parent yang membesarkan kamu, jadi lebih kuat. And that is right.

4. One of them is being unfaithful

Wajar banget kalo kamu / kita memihak pada yang diselingkuhin, tapi jangan lantas menghukum pihak yang selingkuh dengan nggak memberi dia kesempatan menjelaskan sama sekali. Kalau kamu punya kakak yang lebih tua, ajak dia untuk mengobrol sama pihak yang selingkuh.

Konon, dalam sebuah pernikahan, fling singkat dengan orang ketiga kadang terjadi dan bisa segera dihentikan dengan dukungan seluruh keluarga. Setiap manusia bisa khilaf kan?

5. The finally divorced

Terima keadaan ini seutuhnya dan buka lembaran baru. Tetap jaga hubungan baik dengan kedua orang tua, dengan siapapun kamu tinggal. Move on with your life, tetap fokus sama cita – cita, passion, sekolah / kampus idaman kamu dan kursus-kursus yang pengin kamu ikutin..

“F”