FOR MY BELOVED INDRA,

THIS IS FOR YOU….

FOR SINGLE SECOND WHEN YOU WERE WITH ME

I NEVER HEARD YOU CRY, I NEVER SAW YOU OPEN YOUR EYES

I COULD NEVER TOUCH YOU AGAIN, BUT YOU’LL BE WITH ME FOREVER

I LOVE YOU, BROTHER…

YOU’LL BE MY HERO IN HEAVEN…

14 JUNI 2011…. 2 Tahun 2 Bulan Alm. INDRA REZA ADITYA, pergi dari kehidupan gue.

cerita ini gue dedikasikan buat dia. meski dalam cerita ini ga semuanya benar tapi yang perlu kalian tau kalau semua tokoh dalam cerita ini adalah benar dan mereka fakta bukan khayalan,sebelum gue bikin cerita ini gue juga udah minta izin ke mereka semua dan sekaligus konsultasi mana bagian yang boleh gue ceritain dan mana yang ga boleh gue ceritain dan itu adalah rahasia diantara gue dan mereka, gue juga minta usulan mana yang musti di tambahin mana yang musti di kurangin porsi khayalannya.

cerita ini juga buat mereka semua yang ga mau gue sebutin,*padahal di cerbung ini pake nama asli semua, kecuali tokoh “ZI”.

 

SEMOGA CERITA INI BISA BERKENAN DIHATI KALIAN SEMUA..

HAPPY READING….

 

BAGIAN A

“Saya ga nyangka ternyata sampah masyarakat seperti kalian punya rasa takut juga.”ujar orang itu

“kalian para pembuat onar tentu saja tidak memiliki masa depan yang cerah,dan saya yakin itu,.. karena kalian ga da gunanya buat kita semua disini. karena itu SAYA BILANG KALAU KALIAN ITU adalah SAMPAH, dan Saya ragu apakah SAMPAH seperti kalian bisa ikut ujian atau tidak, terhitung 2 bulan dari sekarang.”sindir orang itu sambil menatap ke arah gue dgn ekspresi rasa  jijik, lalu pergi.

Gue ga tau musti ngomong apa atau mau membantah apa, saat itu gue bleng ga tau apa yang musti gue lakuin saat itu, Kata Sampah selalu terniang di kepala gue, apalagi yang bilang hal tersebut tadi adalah guru senior yang cukup berpengaruh di SMA gue. Apa benar kalo gue itu sampah?? sumpah gue ga tau itu.

 

********

BAGIAN B

1 bulan setelah hari itu

angkatan gue lagi di geber abis-abisan sama pihak sekolah, baik dari akademik maupun non akademiknya 2 minggu menjelang try out terakhir dan 3 minggu menjelang UN, dan disitulah suasana yang makin panas terjadi. Hasil TO 1 samapi yang ke 3 sudah di terima. dan lo semua tau berapa prosentase kelulusan TO itu??? TO pertama hanya sekitar 20%, TO kedua 45%, dan TO yang ketiga cuma 15%. Hopeless… cuma itu yang dirasakan semua guru yang ngebimbing kami. dari mereka saja sudah pesimis bagaimana kitayang masih butuh bimbingan mereka sumpah gue ga tau lagi.

@ AULA SMAPUDA

” Saya pesimis dengan prosentase kelulusan kalian nanti, setelah saya melihat hasil TO kemarin.”ujar wakepsek dengan nada sinis, suasana hening, tidak ada yang komentar bukan karena kita takut tapi karena kita sudah bosan dan muak mendengar kata-kata dan rentetan kalimat itu.

“ga ada cara lain, kayanya memang saya yang musti bertindak. kalo untuk meluluskan kalian semua saya bisa, yah itu semua semata-mata untuk mendongkrak popularitas SMA kita saja. Dan itu juga karena saya merasa kasian dengan orang tua kalian yang udah melahirkan anak-anak yang sama sekali tidak berguna sama sekali seperti SAMPAH”oceh wakepsek lagi dan lagi-lagi meyebut kata sampah di hadapan kita.

Kalian mau tau apa ekspresi gue ngedenger ucapan itu?? Gue berdiri dari tempat gue duduk, semua mata tertuju kearah gue mengisyaratkan tanda tanya seakan bertanya “Ada apa?”, males menanggapi pandangan itu gue berjalan ke arah luar aula, dengan di iringi teriakan “ZI, BALIK KETEMPAT KAMU SAYA BELUM SELESAI BERBICARA, BALIK..”teriak wakepsek menggunakan micnya *udah teriak pake mic pula. sedangkan gue cuma berenti sebentar terus bilang..

“Sayakan sampah. jadi saya udah ditunggu sama pemulung buat di daur ulang di penadah sampah.Dan bapak ga usah repot – repot untuk membantu saya nanti waktu ujian, karena saya bisa mengerjakan sendiri nanti. Masalah lulus atau engga itu urusan saya bukan bapak” ujar ku santai sambil berjalan keluar ke aula.

entah apa yang terjadi setelah itu gue ga tau, cz gue dah kabur ke kantin karena jam pelajaran terakhir di pakai guru untuk rapat evalusai TO kemarin. suasana sekolah udah sepi ya karena semua siswa kelas 10 dan 11 di pulangkan lebih awal sedangkan kelas 12 yang lain mungkin masih tertahan di aula. ketika lewat kelas 11 IPS 3, gue denger seseorang lagi bicara di telepon.

suara yang udah sebualan terakhir ini ga pernah lagi gue denger. suaranya serak, seperti menahan amarah yang luar biasa.

*******

” sory JO, kalau pertemanan kita harus berakhir sampai sini. Gue harap lo bisa ngerti posisi gue. Gue ga mungkin bisa ngelindungin lo, kak zi dan diri gue sendiri disaat bersamaan nanti dan mulai saat ini lo bukan lagi temen gue, tapi lo salah satu musuh bebuyutan gue. PAHAM LO dan gue ga akan segan-segan bunuh lo nanti.” ujar Anggi dengan suara serak tertahan.

setelah beberapa saat tak ada lagi suara gue coba masuk kekelas itu dan liat sosok Anggi lagi duduk menghadep jendela sambil menghisap rokok. pandangannya kosong, badannya tambah kurus dan wajahnya pucat.

“gila temenan selama 16 tahun, selesai gitu aja dalam waktu 6menit kurang.”ucap gue masih berdiri di ambang pintu

Anggi belum beranjak dari posisi tempat duduknya, dia cuma menoleh sekilas lalu mematikan rokoknya pada gelas aqua bekas yang udah berubah fungsi menjadi asbak. Satu lagi yang bikin gue suka sama Anggi adalah walaupun dia perokok berat tapi dia ga pernah ngerokok di depan gue. Gue tau banget kalo cuma rokok lah yang bisa ngeredam amarahnya selama ini, dan sikap dia yang seperti itulah yang bikin dia tambah mirip dengan kak INDRA. Gue duduk di atas meja guru yang tepat ada di samping Anggi.dengan posisi seperti ini gue bisa liat muka Anggi dari samping.

“ini bukan urusan lo, Kak”tanggap Anggi dingin dengan pandangan ke arah jendela, ini pertemuan pertama gue secara face to face lagi sama Anggi setelah sebulan yang lalu

“gimana keadaan lo, De??”tanya ku agak canggung karena udah lama ga manggil dia dengan sebutan Ade. Anggi mulai bergerak,sekarang dia duduk dengan posisi ngadep gue dengan posisi kepala agak di dongakkan karena sekarang gue lagi duduk di meja sedangkan dia di kursi.

“gue kangen sama panggilan itu”ujar Anggi lirih tapi masih bisa gue dengar. “Gue kangen masa-masa dulu kak saat kita berempat jalan Gue, Lo, Josar, and Kak Indra. dimana kita semua bisa manja-manjaan sama lo, dapet omelan dari lo karena gue ma josar berantem, liat kak Indra di cubit sama lo karena udah marahin gue. Dan masih banyak banget yang gue kangenin dimasa itu”curhat Anggi panjang

“Gue juga kangen ko de”tanggapku

“gue, josar bukan sahabat lagi sekarang. sekarang kita musuh yang harus saling menjatuhkan. dan sekarang cuma lo kak yang gue punya sekarang”kata Anggi

“jalanin dan nikmatin aja de, gue akan selalu berusaha ngebantu lo sebisa gue. Sekarang yang musti lo pikirin tuh banyak jadi jangan mikirin gue dan masa lalu terus. hidup lo terus berjalan jangan bikin stuck sampai disini. okeyy…dan buat keputusan lo ngakhirin persahabatan lo ma josar coba lo pikirin lagi deh”ucap ku sambil turun dari meja dan berbalik badan

“mau kemana kak??”tanya Anggi

“Kantin, beli es….otak gue berasep abis denger ceramah”jawab ku sambil berjalan ke arah pintu, tapi sebelum sampai arah pintu tiba-tiba tangan gue ditarik.. dengan gerak cepat Anggi merengkuh seluh tubuhku kedalam dekapannya. aroma parfum maskulin menyelimuti seluruh tubuh cowo itu. Detak jantungnya tak beraturan, nafasnya tersengal dan berat seolah ingin melepaskan beban berat dlam tubuhnya,

“De..”bisikku masih dalam pelukannya

“sebentar aja kak, gue cape”tanggap Anggi. setelah berkata seperti itu pelukan Anggi makin erat, gue sendiri kaget dengan reaksi Anggi seperti ini, gue ga berontak, karena gue tau mungkin ini yang dibutuhkan Anggi saat ini. Semakinb lama gue dalam pelukan dia semakin dalam perasaan gue sama dia. perasaan terlarang yang musti gue enyahkan segera. kenapa gue bilang perasaan terlarang gue masih bimbang apakah gue beneran suka sama dia or sekedar kagum sama dia atau gue melihat dia hanya karena dia mirip kak indra? gue ga tau itu.

“makasih kak”ucapnya pelan sambil melepaskan pelukannya. Ada yang hilang itu yang gue rasa saat dia lepas pelukan itu

“gue pergi dulu yah. Good luck”pamitku sambil tersenyum, entah ada apa sebelum gue pergi meninggalkan kelas itu, gue cium pipi kanan Anggi.Aduhh gue ga tau apa yang bikin gue bisa cium dia… ampun gue ga tau, pas gue cium pipi dia, ekspresi kaget adalah ekspresi yang gue tangkep saat itu.

malu…sumpah gue malu banget waktu itu, tanpa  berucap apa-apa lagi gue melangkah cepat ke arah pintu, tapi lagi-lagi langkah gue tertahan untuk kedua kalianya,sebuah tangan yang kokoh mencekal pergelanganku dan memaksaku agar berhadapan kembali kepadanya. Hembusan nafas teratur menyapu seluruh wajahku, hangat itu yang gue rasa saat Anggi mencium bibirku… mataku tertancap pada mata dia, kini ga da lagi jarak diantara kita berdua. tak ada suara… melainkan hanya ada suara detakan jantung tak teratur yang mengemuruh di tubuh ku. bisa ga kalian bayangin rasanya di cium sama adik kelas gimana?? aduhhh

“Sori…”ujar Anggi sambil menatap lurus kearah mata ku….

Gue rasa semua wajah gue merah padam kayak kepiting rebus saat itu, sumpah gue ga tau rasa apa yang gue rasa saat itu, malu,takut, senang atau apapun itu gue ga tau.

“Kak gue minta lo percaya sama gue kali ini, gue sayang sama lo kak dari dulu.. Gue selalu takut kehilangan lo kak, gue sayang sama lo. sayang gue ke lo saat ini kayanya bukan cuma sebatas sayang adik kakak. Tapi LEBIH. gue tau sampai kapanpun gue ga akan pernah bisa gantiin posisi kak Indra di hati lo, sekuat apa pun dan sekeras apapun gue mencoba untuk mengantikan kak Indra di hati lo pasti ga akan mungkin.”rentetan pengakuan terluncur deras dari mulut Anggi, sedangkan gue cuma bisa menundukkan kepala sambil menahan air mata. Air mata yang akan keluar dari mata gue itu adalah ari mata penyesalan kenapa ga dari dulu gue coba mengerti perasaan Anggi. “dan secape apapun gue saat ini, gue janji akan selalu ngelindungin lo dari apapun dan sebesar apapun resikonya pasti akan gue ambil asal lo aman dan bahagia. Dan yang musti lo inget GUE ANGGI BUKAN INDRA DAN GUE ANGGI YANG AKAN JAGAIN LO SEKARANG. gue ga akan minta apapun dari lo kak, bahkan gue ga akan minta cinta dan sayang lo buat gue. Tapi asal lo inget ajah kalo yang didepan lo ini Anggi. gue ga mau kehilangan untuk kesekian kalinya.”ucap Anggi tegas dan yakin sambil melangkah mundur menjauh

“terima kasih buat segalanya DE, Pasti gue inget itu kalo lo itu tetep jadi ANGGI kecil gue, yang akan selalu ngejagain gue apapun resikonya itu. Dan gue percaya itu. makasih juga karena lo udah sayang sama gue lebih dari sebatas kakak dan adik dan lo juga perlu inget satu hal Kalo gue juga sayang sama lo lebih dari seorang adik.”ujar ku sambil melangkah pergi keluar kelas. tak ada pembicaraan lagi setelah itu. Niat gue buat pergi ke kantin hilang seketika karena peristiwa tadi.

 

***********

Kelas 12 IPA 3 adalah tujuan gue berikutnya, kelas favorit gue buat melepas penat. kelas yang selalu rame dengan kicohan rumpi dari temen – temen sekelas gue yang bikin kelas ini ga bisa sepi. Maklum ajah lebih bnyak cewenya di banding cowo. tapi suasana kali ini beda, kelas gue sepi, hening ga seperti biasanya. waktu gue masuk kelas, gue liat semua temen – temen sekelas gue udah pada kumpul mereka tersenyum penuh arti ke arah gue.

“Napa lo pada senyam – senyum sama gue?” tanyaku penuh selidik

“lo ga tau zi?”tanya balik ulan teman sebangku gue

“lah napa dah?”tanya gue lagi

“pas lo ninggalin aula si pak tua itukan marah besar noh, di tambah lagi kita juga ikutan keluar aula ga beberapa lama”celetuk mira ikut nimpalin

“ngapain lo pada ngikutin gue keluar aula?”tanya gue sok bego

TUINGG lemparan gulungan kertas mendarat bebas dikepala gue. “aduh, apaan seh?”ujar gue sambil mencari pelaku utama penimpukan kepala gue.

“PE DE banget idup lo zi, orang mereka ngikutin gue keluar aula sih, bukan ngikutin lo tau”tanggap ican temen sekelas gue dari deretan kursi belakang.

“ye ya iya lah kita ngikutin lo, kita ngira lo juga mau marah ma wakepsek. tapi ternyata…”kata ulan ngegantung sambil menatap sinis ICan

“kenapa???”tanya gue penasaran sambil mengambil posisi duduk di bangku gue

“DIA KEBELET BOKER”jawab serempak anak – anak sekelas lalu tertawa terbahak bersama -sama dan ican yang menjadi topik utama malahan pasang tampang polosnya, mau ga mau gue ikutan ketawa mereka selalu bisa bikin gue ketawa apapun caranya, gue beruntung udah kenal sama mereka semua.

“udah…udahhh…udahh…xixixixi…”celetuk dewi yang paling ga bisa tahan ketawa.”perut gue sakit nih…xixixix”katanya lagi. tiba-tiba evi masuk kelas dengan sumringah. semua teman -teman menatapnya dengan penasaran

“Pala Gulu lagi Lapat, jadi Kita disuluh belajal sendili”ujar Evi yang cadel

“Hahahahahahhahahahh”tawa teman- teman sekelas suntuk kesekian kalinya ketika evi selesai bicara, emang salah satu hoby mereka adalah ngecengin evi yang cadel. sedangkan Evi yang udah terbiasa di kecengin sama temen – temen yang lain dengan santainya malah berdiri di depan kelas. Menyapu bersih seluruh penjuru kelas dari pandangannya.

“telus kita mau ngapain nih?? gue bosen nih, lagian gue juga males ke kopelasi”kata evi menghentikan semua aktivitas ketawa teman – teman sekelas.

“gue juga males nih keluar kelas. Udah Pe We nih”kata Nino yang mendapat anggukan setuju dari temen -temen sekelas

“lo mau ngapain zi?”tanya ulan pelan tapi bisa di dengar beberapa anak yang langsung ikut menengok ke arah gue.

“Belajar kimia, gue mau privat sama nuravriyati.”jawab gue sambil berjalan ke arah tempat duduk nuravriyati ( pemegang paralel 1 di angkatan gue ) di barisan depan. Ucapan gue berusan bikin temen – temen disekitar gue pada melongo ga percaya.

kalian tau kenapa mereka begitu????

karena gue ga pernah suka yang namanya KIMIA, kalo ditanya pelajaran yang paling enekin buat gue adalah kimia. Tapi sekaranggue mengenyampingkan itu semua. gue ga mau menyia – nyiakan waktu yang gue punya lagi, sudah cukup waktu yang gue punya selama ini terbuang sia -sia. dan yang gue dapat saat ini adalah image SAMPAH dari sekolah. Dulu gue pikir itu ga masalah buat gue, dan semakin mereka bilang gue sampah makin males buat gue sekolah. Tapi semua itu dulu sekarang gue mau berubah karena gue pikir gue ini bukan SAMPAH. toh kalo emang bener gue sampah gue pengin buktiin kalau gue ini sampah yang bisa berguna buat orang lain. Minimal kalau gue ga bisa ngilangin image gue sebagai SAMPAH, gue mau mereka tau kalo gue ini SAMAPAH DAUR ULANG yang bisa aja harganya jauh lebih mahal dan lebih berarti dari yang biasa.

 

“Nur ajarin gue stokiometri….”kata gue setengah memelas sambil duduk di bangku samping nur, kebetulan sanatun ( penghuni asli kursi ) lagi keluar kelas.

“bagian mananya zi??”tanya nur sabar

“dari awal”jawab gue sambil tersenyum lebar yang bikin nur geleng -geleng kepala seperti biasa kalo gue minta di privatin sama dia.

“CURANGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG”teriak temen -temen kompak ke arah gue sama nur, gue nengok ke arah belakang dan langsung dapet pelototan dari temen -temen sekelas.

“curang apa?”tanya gue minta penjelasan kesiapapun yang mau jawab

“belajar sendirian, mau lulus sendirian ya lo?”tuduh mira sadiss dis, yang langsung dapat suport anggukan setuju dari temenyang lain.

“HAH?”tanggap gue belum ngerti

“Mba nur sekalian ngajarin kita dong, jangan cuma zi doang yang di ajarin, kitakan juga mau lulus sama -sama nanti. Mba nur nerangin aja di depan, ini spidolnya…”kata Hani sambil menarik tangan nuravriyati ke depan kelas, sedangkan yang di tarik malah pasrah aja. gue sendiri masih bingung dengan tingkah temen – temen gue yang ajaib ini.

“okey mau mulai dari bagian mana???”tanya nur yang sekarang udah di depan papan tulis

“AAAAAAAAAAWWWWWWWWWWWWWAAAAAAAAAALLLLLLLLLLLLL”teriak temen – temen kompak sama seperti jawaban gue tadi.

“OKE… OKE… Ayo sekarang kita belajar bareng, terus nanti ujian bareng dan ending nya kita lulus bareng dan kita sukses bareng”kata nur yang bikin susana kelas jadi sepi denger kata – kata nur barusan. tiba – tiba

“Hei para Sampah, mari kita belajar dan Mari lulus sama – sama”ujar sanatun sambil mengacak pinggang

“yapz semangat – semangat”celetuk hasan keras.

 

lo tau ga??? ga da salahnya memulai untuk berubah. Seperti pilihan gue dan t

emen-temen gue waktu itu, pilihan yang dulu sama sekali ga masuk dalam daftar kita. saling mengandalkan, saling mengkoreksi, saling menyemangati dan saling mengingatkan cuma itu yang bisa kita lakukan.

***************

Seminggu menjelang UN,tingkat emosi dan tingkat stres naik secara signifikan. ga bisa di bohongin sekarang gue udah cape baik secara psikis maupun fisik. sistem SKS juga makin menggila, insomnia akut melanda, bahkan gue pernah ga tidur selama 3hari. lo bayangin dalam situasi kaya gitu semua bisa terjadi sampai akhirnya gue mulai mengkonsumsi obat tidur dengan cara ga teratur. kekebalan fisik gue makin menurun. Dan yang perlu lo tau setiap yang gue lakuin dimalam hari itu selalu ditemanin mamah gue, beliau selalu nemenin gue belajar gila – gilaan tengah malam, mamah selalu dropping makanan kecil ataupun buatin gue susu or jus saat gue belajar tengah malam, dia selalu dukung apa yang gue lakuin selama ini. Dia seorang pahlawan buat gue, seorang single parents yang tangguh buat gue, dia selalu mencukupi kebutuhan gue bagaimanapun kondisi dia saat itu, beliau bahkan ga pernah nanya macam -macam kalo gue pulang sekolah dengan seragam penuh noda darah, dan badan gue yang biru -biru.

 

MAMAH adalah alasan utama gue buat berubah, gue terlalu sering buat beliau menangis ditengah malam saat beliau shalat tahajud. lo tau ga apa yang dia pinta ke ALLAH di tengah malam saat beliau shalat tahajut? dia cuma minta semua beban yang gue rasa sekarang jatuh kedirinya sendiri, dan segala yang penyakit yang gue derita agar berpindah kepadanya. ya ALLAH sungguh mulia mamahku ini. Gue ga tau apa jadinya gue kalo ga da nyokap. cuma dia yang gue punya sekarang.

waktu itu gue pernah demam tinggi dan mamah gue ngejaga gue seharian pernuh, dia ngorbanin pekerjaan cuma buat jaga gue. waktu gue bangun gue liat mamah lagi ngaji di samping tempat tidur gue. Dan mulai saat itu gue janji pada diri gue sendiri  kalau gue ga akan ngecewain beliau lagi untuk kesekian kalinya lagi. Dan tahap pembuktian gue yang pertama adalah gue bisa berubah dari seorang sampah menjadi orang yang berguna yaitu GUE MUSTI LULUS SMA DENGAN USAHA GUE SENDIRI.

************

Rabu sore, cuaca tidak bersahabat sama gue. Hujan deras mengguyur seluruh wilayah kota tempat tinggal gue. hampir magrib tapi sampai jam segitu gue masih ditempat les. padahal kalo dah lebih dari jam 7 malam angkutan kota udah jarang banget ada. minggu ini dah mulai hari tenang jadi kegiatan gue cuma pemantapan ujian di tempat bimbel. Hujan masih sangat deras. hujan …banyak kenangan gue dengan hujan. gue suka hujan. hujan selalu bisa bikin gue lupa waktu. sampai tiba – tiba sebuah motor ninja hitam berhenti di parkiran tempat les gue dengan posisi horisontal dengan arah gue berdiri. Helm hitam dan jaket kulit hitam bikin gue ga bisa ngenalin pengendara motor itu sampai dia membuka kaca fullface nya. Mata itu…tatapan itu… Ya Tuhan…

“Ga pernah berubah ya lo, bengong mulu pas ujan. untung ga da setan mampir.  Lo sadar ga sih kalo ini hampir magrib. Ayo cepet naik gue anter lo pulang, nih helmnya”ujar cowo seperti tak ada masalah selama ini sambil menyerahkan sebuah helm ke arah gue.

“R…U….RUDI… LO…KOK..DISINI…GIMANA??”tanya gue kepada cowo yang ada di hadapan gue saat ini yang masih dengan posisi duduk diatas motor ninja hitamnya sambil menyodorkan sebuah helm. Gue masih kaget dan ga bisa mencerna semua kejadian yang begitu cepat ini.

“Kita musti ngomong, dan kita musti selesaiin masalah kita ini sekarang. Tapi sekarang lo musti balik dulu, tar gue jelasin kenapa gue bisa tau lo disini. Sekarang pake helmnya terus gue anter lo pulang.”jelas Rudi sambil megang tangan gue.

Sedangkan gue sendiri mungkin otak gue udah beku kali yah karena kedinginan, tanpa sadar gue nurut aja apa yang disuruh dia.setelah pake helm gue rapetin jaket yang gue pake terus dengan di bantu rudi gue duduk di boncengan dengan posisi searah dengan Rudi.

Seperti dulu dan ga pernah berubah Rudi sangat lihai dan lincah memacu motornya di tengah derasnya hujan yang mengguyur jalanan. Dari kecepatan yang Rudi gunakan saat itu, bisa gue pastikan seluruh sumpah serapah dari orang -orang yang kita lewati ditujukan buat kita berdua pada saat itu. Ga da suara yang keluar dari mulutnya. tubuh gue dah mulai menggigil pegangan gue kejaketnya semakin kaku terasa. Kayaknya jari – jari gue udah mati rasa deh. tapi semua berubah ketika Rudi narik tangan gue biar pegangan ke pinggangnya ( tangan gue melingkar di pinggangnya ), dan menuntun jari – jari gue biar masuk kedalam saku jaketnya. hangat cuma itu yang gue rasa. dengan posisi gue yang sekarang sama dia ga ada lagi jarak diantara kita berdua. Hujan semakin deres setengah badai angin, akhirnya Rudi memutuskan untuk berhenti sebentar di sebuah cafe kecil. Cafe kenangan buat gue dan dia. Cafe milik orang tuanya sahabatnya Rudi.

“Neduh dulu disini yah, sebenarnya ga masalah buat gue nerusin perjalanan tapi itu kalo gue sendiri sekarangkan gue lagi sama lo, jadi gue ga mau ambil resiko deh.”ujar Rudi sambil melepas jaketnya yang basah kuyup

“terserah lo deh, tapi….”kata gue gantung sambil bingung karena pakaian yang kita pake sekarang udah basah, mana mungkin masuk cafe dengan keadaan kaya gini.

“halah, kaya lo ga pernah kesini ajah. Bukannya dulu kita pernah kaya gini?”ucap Rudi sambil mengenang masa lalu. Yah 2 tahun lalu kita pernah kaya gini adegan yang sama dan kebetulan yang sama. Mengenang masa lalu itu… gue tanggepin cuma dengan senyuman hampa. setelah menitipkan helm dan jaket kita berdua, kita masuk kedalam cafe itu. di dalam Cafe itu ga begitu penuh, suasana dan pramusajinya pun belum ada yang berubah semenjak terakhir kali gue pergi kesini. Begitu kita masuk langsung disambut hangat oleh para pramusajinya.

“Selamat sore mas Rudi, dah lama ga kesini mas. Mas telat datengnya mas Fiyan baru aja keluar sama Ibu”ujar Mas Toni penanggung jawab cafe tersebut.

“Ga kok mas Toni saya kesini ga buat ketemu Fiyan, lagian saya juga bosen liat ma tuh anak. Salam aja deh buat mereka.”jawab Rudi

“Owh gitu, loh ini mba Zi kan yah. Wah dah lama banget mba ga kesini. Kenapa ga pernah kesini lagi mba? Mas Rudi suka ngelamun disini sendirian loh mba, dulukan ada mba yang nemenin Mas Rudi terus.”ujar Mas Toni riang, sebelum gue jawab ucapan mas toni barusan, Rudi udah keburu nyela duluan tanpa membiarkan gue ngejawab penuturan mas Toni tadi.

“Dia lagi sibuk mas, kita pesen 2 hot cappucino sama 1 roti bakar coklat keju yah terus corn soup nya 1 deh. kita duduk di tempat biasa”tukas Rudi cepat mengalih pembicaraan.

“Okey mas. ada pesanan lain mungkin?”tanya mas Toni, pandangan Rudi teralihkan ke arah gue lagi

“mau pesen apa lagi?”tanyanya lembut, sedangkan gue cuma jawab gelengan kepala. Situasi itu bikin gue tambah pusing. Apalagi dengan kejadian hampir sama persis seperti 2tahun lalu. saat kita ber2 baru saling kenal. Yapz saat itu kita baru kelas 10 SMA.

“udah mas, itu dulu deh pesenanya.”ujar Rudi ke Mas Toni

“ditunggu 15menit yah mas. Saya permisi dulu.”pamit mas Toni meninggalkan kita berdua.

“yuk..”ajak Rudi ke arah gue sambil tersenyum. kita berdua nempatin tempat paling pojok dari cafe itu, dari posisi kita yang sekarang kita bisa langsung lihat ke arah taman yang cuma dibatesin oleh jendela kaca besar. Tempat itu selalu jadi tempat favorit gue.

*************

meja no 12 Cafe One More Time.

“Apa kabar kamu Zi?”tanya Rudi pelan

“yah seperti yang lo liat sekarang!”jawab ku singkat.

“Kamu ga mau tanya kabar aku?”tanya Rudi lagi dengan nada sedih. Gue ga tau apa dia cuma akting atau itu memang kenyataannya kalau dia lagi sedih, gue ga pernah tau itu.

Gue menghela nafas berat sebelum menuruti semua pertanyaannya itu. “Kamu apa kabar?”tanyaku canggung

“Kabar aku Buruk Zi, aku kangen sama kamu Zi, hati aku sakit sejak saat itu Zi, aku sakit liat kamu yang sekarang Zi.”ucap Rudi

“tadi aku telepon mamah kamu, katanya kamu lagi les… aku seneng mamah kamu masih kenal ma aku dan ga marah ma aku. Dia juga masih perhatian sama aku. pas selesai telepon mamah kamu aku lagi di rumah Dani. Terus Dani bilang kalo kamu masih ditempat les dan kejebak hujan.makanya aku langsung jemput kamu ke tempat les, karena aku pikir kamu pasti belum pulang juga”jelas Rudi panjang lebar

“makasih yah Rud, karena udah jemput aku.”ujarku tulus sambil senyum kearahnya.

“Sama – sama zi. owh ya aku denger sekarang pentolan SMA kamu Anggi yah, alasannya apa?bukannya dia sahabatnya Josar?”tanya Rudi merusak suasana

“ga da maksud apa -apa. emang dia yang kepilih. emang kenapa? bisa ga sih ga usah ngomongin dia?”jawab gue mulai kesal.

“loh kenapa kamu marah?akukan tanya baik – baik sama kamu Zi”jawabnya Rudi lembut. pembicaraan kita berhenti ketika waiters membawakan pesanan kita berdua,, setelah waiters itu pergi pembicaraan kita berdua berdua berlanjut.

“Kamu masih marah sama aku Zi? gara -gara kejadian 1 tahun yang lalu?”ucap Rudi dengan pandangan lurus ke arah gue.

“buat apa aku marah sama kamu.kejadian setahun lalu toh udah lewat. Indra juga ga mungkin hidup lagikan sekarang. kemana aja kamu selama ini hah??”kata ku  emosi, jujur aja semenjak kematian Indra memang gue kecewa banget sama Rudi. Memang bukan Rudi pelaku penganiayaan Indra, tapi tetap aja gue merasa coba saat itu gue ga di tarik Rudi keluar kearea tawuran dan Indra ga berusaha nolongin gue pasti sampe sekarang indra masih hidup.

“Aku ga kemana – mana zi, tapi maaf kalo cara aku salah zi. Aku bukannya mau menghindar dari masalah, tapi keadaanlah yang mengharuskan aku untuk menghindar sementara. Aku ga punya pilihan lain zi… tolong kamu ngertiin aku zi, waktu itu DemiTuhan maksud aku cuma bikin kamu aman zi kalau kamu disamping aku. Aku ga mau terjadi apa -apa sama kamu. Aku ga takut mati zi, yang aku takutin saat itu kamu jadi korban salah sasaran itu aja.”ucap Rudi memberikan penjelasan. Air mataku mulai menetes, sesak nafas yang gue rasa sumpah bikin gue buat ngeluarin kata -kata.

“Tapi kenapa kamu ga ngabarin aku? kenapa kamu ninggalin aku?kamu jahat banget sih kamu.”cecarku kepadanya

“Aku kan bilang keadaan yang mengharuskan aku buat mrnghindar sementara. Tolong ngertiin aku zi. Tolong.. aku ga da maksud buat ninggalin kamu zi, buktinya sekarang aku balik lagi ke kamu. Aku masih sayang sama kamu zi, aku masih cinta sama kamu. Asal kamu tau zi, 1 tahun ini aku cuma bisa lihat kamu dari jauh. 1 tahun ini aku cuma bisa denger keadaan kamu dari orang lain.apa kamu pernah ngerasain zi? Aku mohon kamu kembali sama aku zi. Aku mohon.”pinta Rudi, dengan wajah setengah pucat.

“Kembali sama kamu?setelah semua yang telah kamu perbuat ke aku? masih cinta??PICIK.”tegas gue dengan nada sinis

“kamu kenapa sih zi? aku tau aku salah dan aku minta maaf sama kamu. Apa itu belum cukup. hah??ujar Rudi mulai emosi, untung saja cafe itu sepi.

“Sory Rud, aku ga mau lagi terpuruk dalam masa lalu lagi.”ucap ku tangkas

“JADI KAMU GA MAU MAAFIN AKU ZI? APA KARENA ADA COWO LAIN YANG UDAH NGAMBIL SIMPATI KAMU? APA DIA ANGGI, ZI?? JAWAB….JAWAB”bentak Rudi Emosi

“kenapa kamu jadi ngomong ngelantur gitu. dan itu hal pribadi aku. Bukan urusan kamu.”ucap ku terbawa emosi, kini perhatiaan pengunjung cafe yang lain teralihkan ke arah gue dan Rudi. Sedangkan para pramusaji sudah ga heran lagi kalo gue dan Rudi berantem disitu, karena dulu hal itu sering sekali terjadi.

“ITU URUSAN AKU. KARENA AKU MASIH SAYANG KAMU. JADI ITU SEMUA BENAR? JAWAB.” bentak Rudi makin keras, kini dia udah dalam posisi berdiri menghadap ke gue. Tangannya udah mengepal.dan tiba -tiba… “PLAKKKK”tamparan keras menyentuh pipiku.

lo tau ga?itu pertama kalinya gue ditampar cowo dengan alasan yang ga jelas. sakit,perih, dan darah itu yang gue rasa di pipi kanan gue. sedangkan hidung gue udah mimisan.Gue ga abis pikir sifat kasar Rudi ga pernah berubah.

“Lo berani nampar gue RUd? oke fine. Mulai saat Ini gue ga kenal lo lagi.”kata gue sambil beranjak meninggalkan meja no 12 itu. sesampainya di depan kasir gue keluarin uang 100rb an. “meja no 12.kembalian ambil aja”ucap ku kepada kasir

“Zi, MAAFIN GUE”teriak Rudi sambil mengejar langkah gue yang udah diambang pintu kelur cafe.

Waktu gue keluar cafe gue liat disitu ada beberapa adik kelas gue, mungkin mereka lagi nongkrong. dan salah satunya ada Andika teman sebangkunya Anggi. ketika melihat kondisi gue, mereka langsung mengintrogasi gue secara singkat.

“kak lo kenapa”ujar oji

“hidung lo kak, berdarah”ucap haris

“lo gpp kak?kita ke dokter ya kak?”tanya Andika. pertanyaan mereka semua gue acuhkan semua. yang gue mau saat ini adalahcepat sampai di rumah.

“dik. lo sibuk ga?”tanya gue singkat.

“kenapa kak?”tanya Andika heran

“Anterin gue pulang cepetan”jawabku kesal

“iya deh kak.”ucap Andika, namun tiba – tiba seseorang mencengkal pergelangan tangan gue, waktu gue ngikutin Andika ke areaparkiran motor

“kamu datang sama aku, jadi pulang sama aku juga. aku minta maaf soal yang tadi”cegah Rudi, tapi tanpa meladeni gayanya. guelepas cekalan tangannya dan gue langsung naik di boncengan motor andika. Hujan dah mulai reda tinggal gerimis yang tersisa.

************

10 menit kemudian gue sampai di rumah.

“Thx dik, mampir dulu yuk”ajak gue ke Andika

“sama -sama kak,ga usah deh kak gue musti balik lagi ke cafe tadi coz mau hari ini kan ada rapat bareng kak ricky”kata Andika

“owh gitu ya udah, hati – hati yah.”kata gue belum sadar kalo tadi Andika bilang rapat bareng ricky. Oh my god. Jadi tadi…mereka ada disitu… ada Anggi juga berarti Ahhhh sitttzzz. Perasaan gue mulai ga tenang..

“APA LO BILANG RAPAT BARENG RICKY????JADI ANAK -ANAK ADA DI…”tanya gue kaget

“ga kok kak tenang aja, tadi mereka belum pada dateng baru anak kelas 10 n 11 aja. kelas 12 belum ada yang datang.Gue pamit dulu yah kak”jawab dika seperti bisa membaca pikiran gue, pas dika bilang kelas 12 belum dateng, gue bernafas lega setidaknya mereka ga tau kalo gue abis ketemu RUdi tadi dan berantem hebat sama dia.

Gue mencoba membung pikiran negatif gue, dan perasaan gue yang ga enak.

************

Kamis pagi gue bangun dengan keadaan kepala lagi di compres. Semalem gue demam tinggi. mungkin kondisi gue yang lagi drop di tambah kemaren kehujaan alhasilnya seperti ini lah gue ambrek. Gue mau cepat sembuh karena 3 hari lagi UN dan hari – hari dimana jadi hari yang paling menentukan dan pembuktian kalo gue bukan sampah seperti orang bicarakan.Seluruh badan gue lemes. Gue mencari hp gue, tapi ga ada. Pas mamah datang membawakan bubur buat gue. baru gue tanya.

“mah, hp aku mana??”tanya ku

“rusak, keujanan kemarin.tapi dah mamah suruh mas dhanu buat nyervis hp kamu ke tegal.”jawab mamah.

“Mas Dhanu??mas dhanu pulang mah???”tanya ku kaget. Mas Dhanu adalah sepupu gue, sekaligus temen dari mas Indra. Dan Mas dhanu lah yang tau persis kejadiaan 1 tahun yang lalu.Sekarang dia kuliah di Univ. Negeri Yogyakarta semester 4.

“iya, dia dateng subuh. tadi dia kesini buat nemuin kamu. tapi kamu masih tidur. Mamah bilang ajah kamu sakit, terus mamah minta tolong aja dia buat servis hp kamu.”terang mamah. “Ni, buburnya di makan .terus minum obatnya. mamah mau berangkat dulu ke posyandu. kalo mau mandi mamah udah minta lik mar buat rebusin air anget. kamu minta ajah ma dia yah.”ucap mamah lagi. Gue cuma jawab dengan anggukan kepala. setelah mamah mincium kening kepala gue, beliau langsung pergi. Setelah mamh pergi gue memutuskan buat mandi dulu baru makan.

Setelah mandi lumayan lama, gue duduk didepan tv dengan kepala terbungkus handuk maklum baru selesai keramas.Entah kenapa firasat gue mulai ga enak. Tapi gue mengenyampingkan itu semua dengan aktivitas nonton tv gue sambil makan bubur yang udah di siapkan mamah. Tepat jam 11.00 rumah gue kedatangan tamu tak terduga.

“Non, ada tamu.”ujar lik mar ( lik = bibi )

“siapa lik??”tanya ku sambil memberhentikan kegiatan makan gue.

“ga tau non, cewe, nangis – nangis pula. Ngotot banget pengen ketemu enon. padahal lik dah bilang kalo non lagi sakit.”lik mar menjelaskan dengan wajah bersalahnya.

“suruh dia masuk bi,saya siap – siap dulu.”jawab gue sambil berjalan ke arah kamar lalu setelah melepas handuk di kepala gue jalan ke ruang tamu. Dan semenit kemudian

“Kak zi. tolong kak. Josar….. Anggi… kak tolong”kata Ayu sambil nangis histeris, penampilannya kacau. Ayu adalah pacar dari Josar

“mereka kenapa?kasih tau kak pelan – pelan. kamu tenang dulu yah.”ucap gue sambil nenangin ayu

“Anggi, Josar tawuran kak di Gor. Alumnus masing – masing sekolah pada ikutan kak. Aku takut kak. takut.”jabar Ayu sambil berusaha menenangkan air matanya

“ada masalah apa??”tanya gue kaget karena gue rasa ga da masalah kok selama ini.

“Jadi…….”jelas Ayu panjang lebar. membuat seluruh tubuhku kaku, lutut gue lemes.kepala gue pusing. kenapa – kenapa semua terjadi lagi.

kalian tau apa yang menjadi alasan kali ini mereka tawuran??? itu semua karena gue kemarin ketemu Rudi dan dendam masa lalu yang menurut mereka belum terbayar lunas. Pas kemarin gue di cafe ternyata Anggi liat gue nangis di depan RUdi. dan mas Dhanu juga kasih tau kalo gue sakit sama Anggi. Ini yang bikin Anggi tambah marah. Masalah alumnus yang ikut campur itu karena emang hari ini ada reunian di sekolah gue. Dan hampir semua dateng ke acara tawuran itu. Sahabat – sahabat terdekat kak Indra lah yang menjadi provokator. entah kenapa mereka masih belum bisa teria kalo Indra udah ga ada. Ya Allah kenapa semua runyam begini.

“Lo bawa motor kan yu, ayo kita kesana.”ajak gue sambil lari ke arah kamar buat ngambil jaket dan pisau lipat milik gue.

“tapi lo lagi sakit kak”ujar Ayu masih terisak.

“gue gpp. masalah musti di selesaiin sekarang.”jawab ku sambil menyeret tangan Ayu keluar rumah. Tanpa minta izin ke orang rumah gue langsung pergi ke tempat tawuran.

*********

Suasana di GOR udah ricuh. Gue dah ga bisa bedain mana lawan mana teman. Kepala gue pusing banget, beberapa orang udah jatuh bersimbah darah. baru kali ini gue liat tawuran dalam jumlah banyak seperti ini.  gue bisa liat Anggi kini sedang manghadapi Josar. Beberapa pukulan keras yang Anggi tujukan untuk Josar berhasil mengenai mengenai beberapa bagian tubuh Josar. namun Josar tak sedikitpun berniat untuk membalas pukulan Anggi tadi. Josar hanya pasrah saja. Ayu yang berdiri disamping gue kin terisak hebat melihat pacarnya di pukulin. Disisi lain gue bisa lihat Ricky yang berhadapan dengan rudi dan satu orang temannya Rudi. Wajah dari ketiganya udah biru – biru entah berapa lama sudah tawuran terjadi. Dari posisi gue berdiri sekarang gue bisa liat disana ada beberapa kakak kelas gue. dan beberapa temen dari angkatan gue. Suasana tambah panas apa lagi diantara mereka kini memiliki alasan pribadi masing – masing. Otak gue mencerna hal yang terjadi di depan gue.

“Telepon polisi kalo sampe setengah jam gue belum keluar dari GOR ini. cepet lo tunggu di warung luar.”perintah gue ke ayu.

Ayu masih belum bergeming mendengar ucapan gue tadi.

“CEPET”bentak gue lagi ke Ayu. Kini dia berlari kearah luar GOR. Warga setempat juga hanya bisa diam saja mereka pikir itu bukan urusan mereka.

Sekuat tenaga gue lari ke tengah area tawuran. Saat itu gue udah ga peduli lagi yang namanya keselamatan gue. Yang gue pengin semua ini berhenti secepatannya. sejauh ini korban yang jatuh sudah cukup banyak. Ya ampun, apa mereka ga liat ada gue apa yah??? Josar udah jatoh ke tanah, tapi Anggi tetap menendanginya dengan membabi buta. Hal pertama yang gue lakuin

adalah..

“PLLLAKKKKK”tamparan keras gue mendarat mulus di pipi Anggi. Ekspresi kaget dari beberapa anak membuat kegiatan adu jotos itu berhenti untuk beberapa anak.

“LO GA LIAT JO UDAH SEKARAT GINI”bentak gue ke Anggi sambil jongkok disebelah tubuh josar.

“LO JUGA BEGO DI PUKUL BUKANNYA BERONTAK MALAH PASRAH.TOLOL”omel gue ke arah Josar juga yang kini setengah sadar.

“Ngapain lo kesini?? mending lo ga usah ikut campur deh kak”ujar Anggi kesal, ” Gue musti matiin tuh anak – anak “geram Anggi

“Ayo Jo, bangun.”ajak gue sambil memapah Josar. Sekarang gue ga peduli walau gue di bilang pengkhianat sama sekolah gue sendiri karena ngebantu ketua pentolan SMA musuh. Gue ga peduli apapun yang akan terjadi nanti ya ng gue pentingin adalah nyawa Josar selamat.

waktu gue baru jalan beberapa langkah menjauh dari posisi Anggi sambil memapah tuybuh josar. tiba – tiba kepala gue kebentur benda keras. keseimbangan gue goyah. mata gue kabur, kepala gue pusing banget. Namun samar – samar gue masih bisa mendengar sirine polisi meraung – raung. Setelah itu gue ga tau lagi.

*********

 

jum”at siang. begitu gue sadar kepala gue sakit banget. Entah dah beberapa lama gue ga sadarin diri. tenggorokan gue kering, pas gue mau turun dari tempat tidur untuk ngambil minum, mamah masuk ke kamar gue dengan pakaiaan rapi.

“kamu dah sadar nak?”tanya mamah khawatir. gue sendiri cuma balas dengan anggukan kepala. setelah minum segelas air putih.

hal pertama yang gue tanyain adalah

“Josar keadaanya gimana mah?”tanyaku kepada mamah

“Josar dibawa di Rumah Sakit islam sayang. kepala kamu masih sakit??jelas mamah lalu kembali bertanya ketika melihatku memijat kepala gue sendiri.

“udah mendingan kok mah. Aku ga sadar berapa jam mah?”tanya gue polos. “mamah mau kemana siang -siang gini?rapi amet dah”celetuk gue lagi

“20jam kamu ga sadarin diri. pertanyaan kamu salah. Aturan kamu tanya, mamah dari mana bukan mau kemana”jelas mamah cerewet.

“Okey ulangi. Mamah darimana?rapi amet dah”kata gue mnuruti perintah mamah.

“Kamu tau ga, tadi mamah ikut rapat sekolah kamu. dan ngebahas soal tawuran kemaren. buat kelas 10 dan 11 yang terlibat dari kejadian kemarin di sekorsing selama 3 minggu ke depan. dan buat kelas 12 yang terlibat kemarin di ancam tidak bisa melaksanakan ujian masional. tapi semua itu belum diputuskan kok.”jelas mamah penuh perhatian. senyum mamah yang selalu bikin gue selalu merasa bersalah.

“maafin aku mah.”ucapku

“minta maaf buat apa?kamu ga pernah salah sama mamah. Mamah bangga punya anak seperti kamu. Yang musti kamu lakukan sekarang adalah konsentrasi buat UN senin nanti. Apapun yang terjadi nanti, kamu tetap anak mamah.”ucap mamah lagi. air mata gue tertumpah di pelukan mamah. Yah mamah telah berusaha buat gue selama ini jadi sekarang gue juga harus berusaha bikin mamah bangga. Gue harus buktiin kalo gue dan teman – teman gue bukan SAMPAH.

********

07.00. Senin pagi, gue dah siap – siap berangkat ke sekolah. Hari pertama ujian Nasional. Minggu sore kemarin gue dapat kabar gembira karena waktu tawuran itu hampir melibatkan seluruh kelas 12. Jadi amat sangat terpaksa pihak sekolah mengizikan kami semua untuk mengikuti Ujian Nasional dengan syarat setiap kelas di awasi 2 pengawas dan 2 dari pihak kepolisian. Dengan bekal doa dari sekeluarga. Gue mulai perperangan hari ini.

Tiba disekolah semua temen – temen satu angkatan sama gue udah pada kumpul. Raut muka cemas menghiasi seluruh wjah kami semua saat itu. Tegang,.itu yang kami rasa. Takut itu yang menghantui kami. Kami bukannya takut karena akan di awasi oleh pihak kepolisian tapi kami takut kalau nanti kami nanti gagal untuk membuktikannya.

“Perang di mulai. musuh gue ada 50 soal. tapi temen gue ada 250 orang. ngapain gue takut. Bukannya kita mau ngegibas mereka sama -sama?”ucap qiqi ditengah keheningan. sebuah kalimat konyol yang bisa bikin kita semua tersenyum. 3hari kedepan kita akan berperang dengan masa depam kita.

“Gue posisi paling depan. Gue cape taro yang paling belakang terus”celetuk ku menimpali perkataan qiqi.semua kini tersenyum dan mulai kumat gilanya.

“oke gue temenin lo zi”ujar ricky sambil merangkul pundak gue.

“enak aje, gue yang nemenin zi yang di depan. Gantian donk rick masa lo mulu yang di depan. ga tawuran, ga ujian. maruk lo”komentar ican yang bikin semua tersenyum geli dan bikin muka ricky cemberut kronis.

“woowowow. kita semua sekarang ada di posisi depan. ga da yang tengah, ga da yang samping, dan ga da ang di belakang. Sekarang kita di depan. karena kita musti berhasil bersama.”kata gue selanjutnya yang di iringi anggukan setuju dari anak -anak yang lain. bel masuk berbunyi. KAMI SIAP BERPERANG.

 

3hari berlalu dengan lancar. OPtimis. GUE… eh bukan seh tapi KITA pasti lulus. akan gue buktikan itu…

*********

Pengumuman tinggal 3 minggu lagi. Akan gue kasih tau rahasia terbesar… Gue ga boleh hadir di sekolah lagi sejak selesai Ujian. Bahkan gue ga boleh dateng dalam acara Perpisahan angkatan gue dan acara Prom night. yang akan dilakukan seminggu sebelum pengumuman hasil ujian. Yah pertamanya yang ga boleh ikut acara perpisahan itu adalah anak -anak yang terlibat tawuran kemarin. Tapi semua itu ga adil,akhirnya gue menghadap ke kepsek agar mereka diperkenankan mengikuti acara itu, dan sebagai gantinya silahkan hukuman apa saja di jatuhkan ke gue. kenapa gue bilang itu ga adil? karena tawuran yang kemarin terjadi adalah gara – gara gue. Gue bisa tau semua ini karena gue bisa ngancem Andika temannya Anggi. Cuma Andika yang berani ngaku semua ke gue, yang lain memasang aksi tutup mulut. Bahkan ketika pihak sekolah dan kepolisian menanyakan alasan tawuran kemarin terjadi semua bungkam. Pas gue tanya ke Andika kenapa semuanya ga mau cerita ke gue apa alasannya mereka ga mau ngaku, jawabannya simple Andika jawab. “KITA GA MAU LO MENJADI MERASA BERSALAH, KITA GA MAU LO TERBEBANI DENGAN MASALAH INI. sebenarnya memang Anggi lah yang salah di tawuran kemarin, karena dialah yang nyerang SMAPUSA terlebih dahulu,

dia sebenarnya cuma ingin membuat perhitungan dengan Rudi secara one to one yang telah menampar pipi gue. tapi karena udah banyak yang tau jadi, yah gitu deh…..

Sudah cukup mereka berkorban demi gue, sekarang gue yang harus berkorban demi mereka. Bagi gue ga masalah untuk ga ikut perpisahan sekolah ataupun prom. Bagi gue, kebahagiaan merekalah yang gue mau. Gue mau liat mereka bahagia dan senang – senang di detik – detik kelulusan kita. Akhirnya gue memutuskan untuk pergi ke Jakarta lebih awal dengan menggunakan kereta Cirek jam setengah 7 pagi.gue pergi ke Jakarta tepat bersamaan di hari acara perpisahan sekolah gue. Dari semua angkatan akan hadir di acara perpisahan sekolah nanti siang, mungkin kecuali gue. Gue memang sengaja pergi ke Jakarta lebih cepat tanpa menunggu pengumuman kelulusan.

06.30 Cirebon Ekspres jurusan gambir akan berangkat. Gue udah duduk di dalam gerbong eksekutif 2 .tiba – tiba hp gue bergetar

Ulan calling

“Halo.”sapa ku

“MAKSUD LO APAAN? HAH? GUE SEKARANG DI RUMAH LO. ORANG RUMAH BILANG LO PERGI KE JAKARTA HARI INI. MAKSUD LO APAAN?”cecar ulan

“wow, napas lan. Gue emang mau ke jakarta. Tapi sory gue ga ngasih tau dulu, ga sempet gue lan. suer tekewer kewer. Emang mendadak bgt seh. sory dah ya lan”jawab gue mencoba becanda

“Ga lucu tau. Jadi lo ga dateng ke acara perpisahan hari ini?”ucap ulan jutek

“ya ga lah.ni kereta gue baru aja jalan.”ujar gue santai.

“anak – anak pasti nyariin lo zi, mereka pasti kecewa bgt lo ga dateng”kata ulan lirih

“salam aja buat mereka. owh ya sampein juga kalo gue minta maaf karena ga pamit sama kalian”kata gue menjawab perkataan Ulan

“Apa kita masih SAHABATAN ZI? Apa kita masih bisa ketemu?”tanya ulan dengan nada sedih

“Kita masih sahabatan, lo selalu jadi sahabat sekaligus udah gue anggap sebagai keluarga gue sendiri, Ga cuma lo kok, kalian pasti selalu jadi Sahabat dan Keluarga buat gue. Kalian akan selalu ada di bagian dari hati gue. Kita pasti masih bisa ketemu kok”jawab gue panjang lebar. Tapi gue ragu dengan jawaban gue tadi. Apa iya gue masih bisa ketemu meeka satu saat nanti?

“kapan lo kesini lagi?”tanya ulan lagi

“di tanggal yang sama dengan puncak pembuktian. jaga diri lo lan. Gue pamit”jawab gue cepat tanpa menunggu jawaban dari ulan gue akhiri panggilan itu. hal yang selanjutnya gue lakuin adalah gue ganti nomor baru dan gue simpen no lama gue.Dan itu akhir masa lalu gue yang rusak tapi sekaligus membawa satu perubahan besar buat hidup gue untuk yang sekarang.

 

Jakarta I”an coming…

*********

>>>>>>>>>>>>>>> 1 tahun kemudian

 

“Anjir IP lo 3,8 zi nyaris aje tuh nilai sempurna”ucap nadya heboh

“Gue cuma 3,2.”timpal hikmah

“musti kita rayain nih, puncak yuks selama seminggu. Pake mobil lo zi, tar villanya pake punya keluarga gue aja”ajak retno

“kalian bertiga aja, bawa mobil hikmah. gue mau balik ke Jawa nanti sore.”ujar gue yang bikin ketiga sohip kampus gue melongo

“Jawa? yakin lo? nyetir sendiri?”tanya nadya was – was.

“Yaps, gue nyetir sendiri. Masih ada janji masa lalu yang musti gue tepatin dan pembuktian yang musti gue rayakan besok”jawab gue enteng sambil tersenyum ketika mengingat pembicaraan gue dan Ulan setahun lalu

“Ya udah hati – hati ye.”kata retno

“jangan lupa oleh – olehnya.”ujar hikmah sambil tersenyum lebar. yang langsung dapet tonyoran dari nadya dan ratno.

“WOW MAU LO”sorak nadya dan retno buat hikmah, melihat tingkah mereka gue semakin kangen dengan masa lalu gue. Jadi ingin cepet – cepet kesana.

Gue sampe di jawa subuh dan langsung disambut pelukan hangat dari mamah dan kedua embah gue. setelah istirahat sebentar, gue langsung mandi lalu shalat subuh. Selesai shalat subuh gue nikmatin udara di desa gue. udara sejuk membelai wajah gue. Entah sudah berapa lama gue meninggalkan desa ini. Yah ga cuma desa gue tapi juga sekolah SMA gue juga gue kangenin. dan itulah yang bikin hari itu gue balik kesitu. waktu hari itu hari sabtu pukul 09.00. gue denger dari mamah kalo hari ini SMA gue libur, tapi mamah sendiri ga tau alasannya apa. dan itu malah bagus buat gue karena ga musri ketemu mereka,

Gue parkirin mobil gue di depan lobi. SMA gue ga banyak perubahan, cuma yang membedakan adalah cat dinding sekolah yang terlihat baru. Sepi itu yang gue rasa saat itu. ya iya lah sepi orang gue sendirian disitu. sekarang gue berdiri ditengah lapangan upacara, lapangan yang dulu lebih sering dipake buat ngasih hukuman ke temen – temen di bandingkan buat upacara. Senyum gue terukir di wajah gue. Hari itu gue datang mdengan menggunakan Almamater kampus gue. Green Jacket. Itu diarti kan bahwa sekarang gue udah bisa membuktikan kalau gue bisa lulus berkat usaha gue sendiri. Dan yang bikin gue tambah bangga gue lulus dengan nilai yang amat sangat memuaskan dan selanjutnya Gue di terima di Universitas Negeri Jakarta.

setelah itu gue berjaan ke area lapangan basket namun tiba – tiba….

 

“TEOOOOOOTTTTTT”

“PRETTTTTTT”

“dORRRRRRRRRRRR”

Suara ricuh keluar dari persembunyiaannya. “Selamat Datang Sahabat”teriak mereka bersamaan. Air mata kebahagian gue tumpah saat itu juga gue bisa liat seluruh guru, adik kelas, dan teman -teman angkatan gue kumpul semua di situ. secara bergantian mereka memeluk dan mencium pipi ku. ternyata mereka masih ingat gue. Dan gue senang banget.Ketika semua orang bersuka cita. Ada beberapa guru yang melihat kami dengan pandangan yang ga enak.

entah kekuatan dari mana sehingga gue berani melangkah maju menghadap para petinggi – petinggi sekolah yang dulu suka menganggap gue sebagai sampah. Bukan cuma gue yang mereka anggap sampah tapi hampir seluruh kakak kelas, angkatan gue di anggap SAMPAH oleh mereka. dalam jarak 1 meter gue berdiri tegak di depan mereka sembil membetulkan jas almamater kampus gue.

 

“Saya telah membuktikan ucapan saya, kalau saya BUKAN SAMPAH. dan MEREKA JUGA BUKAN SAMPAH” ucapku tegas sambil menunjuk teman – teman angkatan gue yang sekarang sedang melihat aktivitas gue menghadap para petinggi sekolah. para petinggi sekolah tidak ada yang bergeming.

gue menarik nafas panjang lalu menghembuskan secara pelan.

 

“SAYA FILDZA ASRI GHALIYATI, MAHASISWI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA, JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH, NON REGULER 2010″ucap kulantang.selang tak beberapa lama

 

“SAYA ANDREA RICKY DAMANIK, MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA, JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL, 2010.”kata Ricky yang kini berdiri disamping kanan gue sambil menghadap para petinggi sekolah. Dia juga menggunakan Almet UI berwarna kuningnya.

 

“SAYA ISKANDAR ADE, MAHASISWA UNIVERSITAS GAJAHMADA, JURUSAN KEDOKTERAN,2010″timpal ade yang kini berdiri di samping kiri gue

 

“SAYA HANS CITRA, MAHASISWI UNIVERSITAS DIPONEGORO, JURUSAN TEKNIK SIPIL,REGULER 2010″rangkai citra yang kini sudah berdiri sejajar dengan kami

 

“SAYA WULAN DWI KARTIKA, MAHASISWI UNIVERSITAS PANCASILA, JURUSAN FARMASI, 2010″timpal ulan sambil tersenyum kearah gue sambil memamerkan almet UP sama gue, warna biru warna kesukaan gue.

 

“SAYA MUHAMMAD ARIES TEGUH, MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG, JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA, 2010″Ucap aris tepat

 

“SAYA RIZKY AZIZ, PEGAWAI BAGIAN OPERATOR MACHINING, PT. MUSASHI AUTO PARTS INDONESIA”ujar aziz bangga. kegiatan itu terus berlanjut kurang lebih menghabiskan waktu satu jam lebih. kami ga peduli panas terik matahari yang menyengat kulit kami.para petinggi sekolah hanya diam melihat kami. sedangkan adik kelas memandang kami dengan wajah bangga.

 

HARI ITU KAMI INGIN MEMBERITAHUKAN BAHWA KAMI YANG DULU SEORANG SAMPAH BAGI MEREKA, SEKARANG TELAH BISA MEMBUKTIKAN KALAU KAMI TIDAK SEPERTI YANG MEREKA PIKIRKAN. KAMI TENGAH MENGEJAR CITA KAMI MASING- MASING. DAN MENERUSKAN HIDUP KAMI DENGAN DUNIA KAMI MASING – MASING.KITA PUNYA CERITA.DAN CERITA ITU KITA SENDIRI YANG MENULISNYA

PERPERANGAN SELESAI UNTUK SAAT ITU, PERPERANGAN DALAM DUNIA NYATA AKAN BERLANJUT. DAN HAL YANG SERUPA TIDAK AKAN TERULANG

 

LAGI KARENA SEMUA BISA BERUBAH KARENA KITA BUKAN SAMPAH.

 

YES, selesai juga smoga berkenan yah maaf kalo ceritanya panjangggggggggggggggggggggg banget. smoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua. thx u.

love

 

FILDZA. ASRI. GHALIYATI