Hubungan Antara Kesejahateraan Guru dengan Profesionalisme Guru

Makalah ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah Profesi Kependidikan

 

 

Di susun oleh :

FILDZA ASRI GHALIYATI            1515106202

 

 

Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Jakarta

2012

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur penulis penjatkan kepada Allah,  yang telah memberikan rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Hubungan Antara Kesejahateraan Guru dengan Profesionalisme Guru”. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, khususnya kepada dosen mata kuliah Profesi Kependidikan yang telah memberikan petunjuk serta arahan  kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan tugas ini.

Penulis menyadari hanya manusia biasa yang tak luput dari adanya kesalahan dalam penulisan ini. Oleh sebab itu, penulis menerima adanya kritikan atau pun saran dari berbagai pihak wabilkhusus dari dosen mata kuliah profesi kependidikan.

 Semoga apa yang disajikan oleh penulis dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membaca, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amin.

                                                                                                           Jakarta, Juni  2012

                                                                                                                         Penulis

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar……………………………………………………………………….

Daftar isi……………………………………………………………………………

Bab I Pendahuluan

  1. Latar Belakang………………………………………………………………
  2. Rumusan Masalah…………………………………………………………..
  3. Tujuan Penulisan……………………………………………………………

Bab II Pembahasan

  1. Hakekat Profesionalisme Guru……………………………………………..
  2. Hakekat Kesejahteraan Guru………………………………………………..
  3. Hubungan antara kesejahteraan guru dengan profesionalisme guru………

Bab III Penutup

  1. Kesimpulan …………………………………………………………………
  2. Saran ……………………………………………………………………….

Daftar Pustaka………………………………………………………………………

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.   Latar Belakang

Guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya. Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian, menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Profesionalisasi adalah satu kata yang didambakan bagi para pendidik luar sekolah. Dengan perkembangan ipteks yang telah melahirkan tantangan, tuntutan, dan kebutuhan baru telah melahirkan tuntutan akan kualitas layanan yang diberikan. Peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap mendidik mutlak diperlukan. Profesionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa pekerjaan harus dilakukan orang yang profesionalisme ialah orang yang memiliki profesi.

UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 2 ayat 1 dan 2  :

(1)  Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

(2)  Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga professional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan sertifikat pendidik.

Penjelasan diatas menunjukan bahwa guru termasuk dalam tenaga profesional yang berhak mendapatkan pengakuaan atas segala jasanya, pengakuan itu bisa berupa sertifikasi atau tunjangan guna meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Pada UU RI No. 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen pasal 14 ayat 1 juga di jelaskan antara lain :

1. Dalam menjalankan tugas keprofesionalan, guru berhak :

  1. Memperoleh penghasilan diatas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial
  2. Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja
  3. Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual
  4. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi
  5. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.
  1. B.   Rumusan Masalah

Agar penulisan makalah ini pembahasannya tidak terlalu luas dan lebih terfokus pada masalah dan tujuan pembuatan makalah maka dengan ini penulis merumuskan masalah hanya pada ruang lingkup sebagai berikut:

  1. Apakah kesejahteraan guru dapat meningkatkan profesionalisme guru?
  2. Apakah terdapat hubungan antara kesejahteraan guru dengan profesionalisme guru?
  1. C.   Tujuan Penulisan

 

  • Bagi para guru sebagai masukan guna meningkatkan pengetahuan serta pengembangan profesi guru yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, kualitas serta kemampuan profesionalisme demi menunjang pembelajaran sehingga dapat tercapai tujuan pembelajaran.
  • Bagi Dinas Pendahuluan sebagai masukan dan bahan pertimbangan dalam merumuskan pola dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru dengan profesionalisme guru
  • Bagi peneliti dapat menambah wawasan mengenai kesejahteraan guru dengan profesionalisme guru serta teori yang keduanya saling berhubungan

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.   Hakekat Profesionalisme Guru

Profesionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa pekerjaan harus dilakukan orang yang profesionalisme ialah orang yang memiliki profesi. Profesionalisasi itu sangat penting bagi pendidik sebagai bentuk pengesahan atau kejelasan.

Profesionalisme tidak hanya karena faktor tuntutan dari perkembangan zaman, tetapi pada dasarnya juga merupakan suatu keharusan bagi setiap individu dalam kerangka perbaikan kualitas hidup manusia. Profesionalisme menuntut keseriusan dan kompetensi yang memadai, sehingga seseorang dianggap layak untuk melaksanakan sebuah tugas. Di bawah ini dikemukakan beberapa ciri profesionalisme

1)   Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil (perfect result), sehingga kita di tuntut untuk selalu mencari peningkatan mutu.

2)   Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.

3)   Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai.

4)   Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh “keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup.

5)   Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga  efektivitas kerja yang tinggi.

Ciri di atas menunjukkan bahwa tidaklah mudah menjadi seorang pelaksana profesi yang profesional, harus ada kriteria-kriteria tertentu yang mendasarinya. Lebih jelas lagi bahwa seorang yang dikatakan profesional adalah mereka yang sangat kompeten atau memiliki kompetensi kompetensi tertentu yang mendasari kinerjanya.

Karakteristik guru profesional :

1)    Memiliki Kompetensi Pendidikan

Kompetensi yaitu kemampuan yang terampil secara kognitif, afektif dan psikomotor. Kompetensinya antara lain :

  1. Pengetahuan ( knowledge )
  2. Pemahaman ( understanding )
  3. Kemampuan ( skill )
  4. Nilai ( value )
  5. Sikap ( atitude )
  6. Minat ( interest )

2)    Menunaikan peranannya

  1. Guru sebagai pendidik
  2. Guru sebagai pengajar
  3. Guru sebagai pembimbing
  4. Guru sebagai pelatih
  5. Guru sebagai penasihat
  6. Guru sebagai model dan teladan
  7. Guru sebagai evaluator
  8. Dll

3)    Memiliki kepribadian yang luhur

Kepribadian adalah sikap yang tertuang dalam perbuatan

4)    Membantu siswa dalam menimbulkan sikap positif

  1. B.   Hakekat Kesejahteraan Guru

Masalah kesejahteraan bukan hanya penting karena hal ini sangat berpengaruh pada semangat, gairah, dan kepuasan kerja para guru. Kesejahteraan guru bisa menjadi alasan kenapa guru itu bisa bersikap lebih profesional.

Moekijat mengemukakan bahwa kesejahteraan pegawai adalah imbalan jasa yang diberikan kepada pegawai ( disamping upah ) yang sering tidak berhubungan langsung dengan hasil, prestasi / waktu yang dipergunakan untuk bekerja.

Menurut Rugiyat, dalam bukunya yang berjudul Profesi kependidikan dalam perspektif manajemen pendidikan. Tunjangan kesejahteraan yang diberikan pemerintah kepada guru ( pegawai negeri sipil ) adalah

1)    Tunjangan Keluarga

–       Tunjangan suami / istri, 5% dari gaji pokok

–       Tunjangan anak, 2% setiap anak sampai pada anak ke tiga

2)    Tunjangan Pangan

3)    Tunjangan Jabatan

4)    Tunjangan lain – lain, diberikan sesuai peraturan pemerintah

5)    Taspen

6)    Asuransi Kesehatan

7)    Koperasi

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa program kesejahteraan guru dapat diberikan secara materi maupun non material. Kesejahteraan guru secara material berkaitan langsung dengan prestasi guru dan dapat diberikan berupa kompensasi sedangakan secara non material dapat berupa pemberian fasilitas dan layanan bagi guru.Masalah tunjangan tenaga kependidikan tercantum dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 3 Tahun 2003, contohnya pada pasal 3 ayat 1:

Pegawai Negeri Sipil yang diangakat dan ditugaskan secara penuh sebagai Tenaga Kependidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, diberikan Tunjangan Tenaga Kependidikan setiap bulan.

  1. C.   Hubungan antara kesejahteraan guru dengan profesionalisme guru

Hubungan antara kesejahteraan guru dengan profesionalisme guru adalah sangat pengaruh antara satu dengan yang lain. Kesejahteraan yang di terima guru pasti akan mempengaruhi rasa profesionalisme guru itu sendiri, karena bagaimanapun guru akan merasa termotivasi dengan apa yang telah diterimanya. Bila guru itu benar maka beliau akan mengarahkan segala rasa profesionalismenya.

Hubungan antara kesejahteraan dengan profesionalisme guru juga tertuang pada pengaturan tentang guru dalam UU Sisdiknas 2003 ( UU RI No.20 tahun 2003 ). Pengaturan tersebut dituangkan dalam Bab XI tentang pendidik dan tenaga kependidikan pasal 40 :

1)    Pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh

  1. Penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai
  2. Penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi tugas
  3. Pembinaan karier sesuai dengan tuntutan dan perkembangan kualitas
  4. Perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual
  5. Kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas

2)    Pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban

  1. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis
  2. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan
  3. Memberi teladan dan menjaga  nama baik lembaga, profesi dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.   Kesimpulan

Profesionalisme tidak hanya karena faktor tuntutan dari perkembangan zaman, tetapi pada dasarnya juga merupakan suatu keharusan bagi setiap individu dalam kerangka perbaikan kualitas hidup manusia. Profesionalisme menuntut keseriusan dan kompetensi yang memadai, sehingga seseorang dianggap layak untuk melaksanakan sebuah tugas

Masalah kesejahteraan bukan hanya penting karena hal ini sangat berpengaruh pada semangat, gairah, dan kepuasan kerja para guru. Kesejahteraan guru bisa menjadi alasan kenapa guru itu bisa bersikap lebih profesional.

Hubungan antara kesejahteraan guru dengan profesionalisme guru adalah sangat pengaruh antara satu dengan yang lain. Kesejahteraan yang di terima guru pasti akan mempengaruhi rasa profesionalisme guru itu sendiri, karena bagaimanapun guru akan merasa termotivasi dengan apa yang telah diterimanya. Bila guru itu benar maka beliau akan mengarahkan segala rasa profesionalismenya.

  1. B.   Saran

Tunjangan yang di berikan pemerintah kepada pegawai negeri sipil sudah cukup banyak maka seharusnya sikap profesional juga perlu ditingkatkan lagi. Kesejahteraan guru hanya sedikit alasan dari peningkatan profesionalismean guru jadi masih perlu di gali lagi tentang apa saja yang membuat sikap profesional seorang guru bisa meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

 

Mahmud, (2011). Pengembangan Wawasan Profesi Guru. Bandung

E.Mulyasa, ( 2008 ), Menjadi Guru Profesional. Bandung

Soetjipto, Raflis Kosasi, ( 2009 ), Profesi Keguruan. Jakarta : Rineka Cipta

UU RI No. 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen

UU Sisdiknas 2003 ( UU RI No.20 tahun 2003 ). Pengaturan tersebut dituangkan dalam Bab XI tentang pendidik dan tenaga kependidikan pasal 40