Nama             : Fildza Asri Ghaliyati

No. Reg         : 1515106202

Jurusan        : Pendidikan Luar Sekolah

Mata Kuliah  : Kepemimpinan PLS

 

TAKE HOME EXAMINATION

KEPEMIMPINAN PLS

  1. Kepemimpinan adalah sebuah seni dalam mempengaruhi dan memberdayakan orang lain untuk mencapai tujuan, lahirnya seorang pemimpin dipengaruhi oleh beberapa faktor sehingga seseorang memiliki kekuatan dalam memimpin. Berikan analisis mengenai teori lahirnya seorang pemimpin kemudian kaitkan denga kondisi nyata pada saat ini!.
  2. 2.    Jelaskan perbedaan antara kekuasaan dan wewenang! Berikan contoh masing-masingnya!

 

  1. Menurut Prof. Dr. Sarwono Prawiroharjo, seorang pemimpin memiliki sifat-sifat pokok, antara lain  a sense of purpose and direction, Integriteit , Sikap tegas, Technical Mastery, Intelligensi. Uraikan dengan jelas sifat-sifat pokok kepemimpinan tersebut dan berikan contoh konkrit dalam praktek kepemimpinan didalam organisasi serta jelaskan implikasi dari sifat-sifat tersebut!
  2. Jelaskan Tipe-tipe kepemimpinan! Berikan contoh masing-masingnya kemudian berikan keunggulan dan kelemahan dari tipe kepemimpinan yang anda jelaskan.

Jawabannya :

 

1)    Teori Munculnya Pemimpin

  • Teori Genetis (Hereditary Theory) – Leaders are born, not made. 

Seseorang bisa menjadi pemimpin karena kelahirannya. Sejak ia lahir, bahkan sejak ia di dalam kandungan, ia telah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin. Pelbagai pengalaman dalam hidupnya akan semakin melengkapinya untuk menjadi pemimpin di kemudian hari. Teori ini mengatakan bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin karena keturunan. Karena orang tuanya menjadi pemimpin, maka anaknya juga menjadi pemimpin. Kalau orang tuanya dulu tidak menjadi pemimpin, maka dipandangnya orang tidak cakap menjadi pemimpin. Teori ini biasanya dianut dan hidup di kalangan kaum bangsawan. Misalnya di Yogyakarta yang dapat menjadi Sultan (Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta) hanyalah keturunan Sultan Yogya saja. Seseorang bisa menjadi pemimpin karena mewarisi posisi atau jabatan kepemimpinan dari orang tuanya. Teori ini biasanya berlaku pada zaman dinasti kekaisaran atau kerajaan. Kadang-kadang yang bersangkutan tidak memenuhi syarat untuk bisa menjadi pemimpin, tetapi karena ketentuan dinasti itulah, maka ia tetap bisa menjadi pemimpin. Tidak heran jika kemudian timbul pelbagai masalah akibat ketidak-mampuan tersebut.

  • Teori Kejiwaan/ Sosial – Leaders are made, not born. 

Seseorang bisa menjadi pemimpin karena pembentukan. Jika ia memiliki keinginan yang kuat, sekalipun ia tidak dilahirkan sebagai seorang pemimpin, ia bisa menjadi seorang pemimpin yang efektif. Pemimpin yang baik mengembangkan dirinya melalui proses tiada henti baik dalam belajar mandiri, pendidikan, pelatihan, dan pengalaman. Pada hakikatnya semua orang sama dan dapat menjadi pemimpin. Tiap-tiap orang mempunyai bakat untuk menjadi pemimpin, hanya saja memiliki kesempatan atau tidak.

  • Teori Ekologis

Teori ini timbul sebagai reaksi terhadap teori genetis dan teori kejiwaan/ sosial yang pada intinya berarti bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi seorang pemimpin yang baik apabila pada waktu lahir telah memiliki bakat kepemimpinan, dan bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui proses pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu. Kalau teori genetis berpendapat, bahwa orang menjadi pemimpin karena memang sudah ditakdirkan dan teori kejiwaan/ sosial mengemukakan bahwa kepemimpinan itu bukan ditakdirkan, akan tetapi dibentuk oleh pengaruh lingkungan, maka teori ekologis mengakui kedua-duanya, artinya bahwa seseorang itu hanya akan bisa menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahir telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan dan bakat-bakat itu kemudian diasah melalui pendidikan.

2)     Perbedaan antara kekuasaan dan wewenang

Kekuasaan adalah kemampuan untuk bertindak atau memerintah sehingga dapat menyebabkan orang lain bertindak, pengertian disini harus meliputi kemampuan untuk membuat keputusan mempengaruhi orang lain dan mengatasi pelaksanaan keputusan itu. Sedangkan wewenang merupakan kekuasaan yang diberikan pada diri seseorang atau suatu hak yang telah ditetapkan dalam suatu tata tertib sosial. Bedanya, kekuasaan berarti kemampuan untuk mempengaruhi orang lain sehingga dapat menyebabkan orang lain tersebut bertindak sedangkan wewenang berarti hak untuk memerintah orang lain.

Contoh:

Kekuasaan →       Pemimpin yang sedang menjajah bawahannya, ia meyuruh bawahannya untuk melakukan semua keinginannya.

                          Seorang penguasa yang baru mendapatkan daerah jajahan baru, ia menyuruh semua warga disana untuk megikuti semua perintahnya.

Wewenang →       Seorang pemimpin yang diberi kewenangan (legitime power) oleh bawahannya untuk memimpin dirinya, bawahannya, dan juga organisasinya, sehingga ia dapat menyuruh seitap bawahannya untuk bertindak sesuai dengan keinginannya.

                          Presiden memiliki wewenang untuk menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara  lain, menyatakan keadaan bahaya, mengangkat dan  menerima  duta,  memberi  grasi  dan  rehabilitasi,  memberi  amnesti  dan abolisi,  serta  memberi  gelar,  tanda  jasa,  atau  tanda  kehormatan  lain  yang diatur dengan undang-undang

3)    Sifat – sifat pokok

      Menurut Prof. Dr. Sarwono Prawiroharjo, seorang pemimpin memiliki sifat-sifat pokok, antara lain  a sense of purpose and direction, Integriteit , Sikap tegas, Technical Mastery, Intelligensi.

a)    Kesadaran tujuan dan arah  ( a sense of purpose and direction)

Yaitu Pemimpin yang memiliki keyakinan yang teguh akan kebenaran dan kesadaran akan tujuan arah dan tujuan organisasi, serta yakin akan manfaat dari semua kegiatan yang dilakukan.

Misalnya disuatu LSM yang menganut aturan untuk tidak mengambilkeuntungan dari masyarakat. Namun ternyata salah seorang anggota LSM ada yang melanggar kesepakatan ini. Maka pemimpin disini akan mengingatkankembali apa tujuan awal dari LSM dan apabila setelah di ingatkan ternyata sianggota tidak berubah, maka pemimpin berhak memberi sanksi.

.

b)    Integritas ( integrity, keutuhan,  kejujuran, ketulusan hati)

Yaitu Pemimpin harus bersifat terbuka, merasa utuh bersatu, sejiwa danseperasaan dengan anak buahnya bahkan merasa senasib dan sepenanggungan dalam satu perjuangan yang sama sehingga bawahan menjadi lebih percayadan hormat. Misalya Pemimpin selalu merasa sejiwa dan seperasaan dengan anak buahnya bahkan merasa senasib dan sepenanggungan. Hal ini di tunjukkan si pemimpindengan cara tidak hanya mengkomandoi karyawan namun siap membantukaryawan saat karyawan tersebut membutuhkan bantuan. Sehingga bawahandapat menjadi lebih percaya dan hormat kepada pimpinan.

c)    Penguasaan Teknis (technical mastery)

Yaitu Pemimpin harus memiliki satu atau beberapa kemahiran tertentu, agar iamempunyai kewibawaan dan kekuasaan untuk memimpin kelompoknya.Misalnya pemimpin bidang produksi.Pemimpin bidang produksi harus memiliki kemahiran dalam halmengoprasikan mesin – mesin. Sebab apabila tidak maka karyawan akanmenjengkalinya sehingga si pemimpin tidak memiliki wibawa di depan bawahan – bawahannya. Jadi agar hal ini tidak terjadi maka si pemimpin harus memiliki kemampuan yang lebih dari bawahannya dan mengetahui semua haltentang yang di pimpinnya sehingga wibawanya di depan bawahannya dapat terjaga.

d)    Ketegasan dalam mengambil keputusan (decisiveness)

Yaitu pemimpin yang dapat mengambil keputusan secara tepat, tegas dan cepat, sebagai hasil dari kearifan dan pengalamannya, serta mampu meyakinkan para anggotanya akan kebenaran maksudnya dengan usaha agar para pengikutnya bersedia mendukung kebijakan yang telah diambilnya.

Contoh : Pada Malam hari Dalam sebuah Perusahaan ada kehilangan Alat produksi Pabrik seperti Katrol, padahal satpam dan karyawan pabrik ada.

e)    Kecerdasan (Intelligence)

Yaitu pemimpin yang memiliki kemampuan untuk melihat dan memahamidengan baik, mengerti sebab dan akibat kejadian, menemukan hal – hal yangkrusial, dan cepat menemukan cara penyelesaiannya dalam waktu singkat.

Contoh : Manajer pemasaran yang mengadakan Meeting dengan Manajer – Manajer lainnya serta karyawan – karyawan, di mana dalam meeting, merekamembahas peningkatan dalam penjualan produk – produk dari Perusahaanmereka. Dari permasalahan yang dihadapi Perusahaan Mereka maka Manajer Pemasaran mengambil keputusan untuk meningkatkan Mutu dan kualitas dari produk mereka dalam meningkatkan penjualan produk mereka, dan keputusan ini juga disetujui oleh Manajer – manajer lainnya dan karyawan – karyawannya.

4)    Tipe-tipe kepemimpinan:

Pendekatan yang dapat digunakan untuk mengetahui kesuksesan seorang pemimpin  ialah dengan mempelajari pendekatan kepemimpinan yang digunakan dan tipe atau gaya kepemimpinan yang diterapkan. Sepanjang pengamatan para ahli, maka cara seseorang pemimpin melakukan kepemimpinan itu dapat digolongkan atas beberapa golongan antara lain :

  1. 1.    Tipe otokratis

Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Jadi kekuasaanlah yang sangat dominan diterapkan dan bawahan dianggap sebagai alat bukan manusia.

Kelemahan

  1. Pemimpin yang otoriter tidak menghendaki rapat atau musyawarah
  2. Setiap perbedaan diantara anggota kelompoknya diartikan sebagai kelicikan, pembangkangan, atau pelanggaran disiplin terhadap perintah atau instruksi yang telah diberikan.
  3. Inisiatif dan daya pikir anggota sangat dibatasi, sehingga tidak diberikan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya.
  4. Pengawasan bagi pemimpin yang otoriter hanyalah berarti mengontrol, apakah segala perintah yang telah diberikan ditaati atau dijalankan dengan baik oleh anggotanya
  5. Mereka melaksanakan inspeksi, mencari kesalahan dan meneliti orang – orang yang dianggap tidak taat kepada pemimpin, kemudian orang – orang tersebut diancam dengan hukuman, dipecat, dsb. Sebaliknya, orang – orang yang berlaku taat dan menyenangkan pribadinya, dijadikan anak emas dan bahkan diberi penghargaan.
  6. Kekuasaan berlebih ini dapat menimbulkan sikap menyerah tanpa kritik dan kecenderungan untuk mengabaikan perintah dan tugas jika tidak ada pengawasan langsung

Kelebihan

  1. Keputusan dapat diambil secara cepat
  2. Mudah dilakukan pengawasan

Contohnya :

Seorang Presiden mengambil keputusan disaat tanggap bencana

  1. 2.        Tipe laissez-faire

Dalam tipe kepemimpinan ini sebenarnya pemimpin tidak memberikan kepemimpinannya, dia membiarkan bawahannya berbuat sekehendaknya. Pemimpin sama sekali tidak memberikan control dan koreksi terhadap pekerjaan bawahannya. Pembagian tugas dan kerja sama diserahkan sepenuhnya kepada bawahannya tanpa petunjuk atau saran – saran dari pemimpin.

Dengan demikian mudah terjadi kekacauan – kekacauan dan bentrokan – bentrokan. Tingkat keberhasilan anggota dan kelompok semata – mata disebabkan karena kesadaran dan dedikasi beberapa anggota kelompok, dan bukan karena pengaruh dari pemimpin. Struktur organisasinya tidak jelas atau kabur, segala kegiatan dilakukan tanpa rencana dan tanpa pengawasan dari pimpinan.

Kelemahan

1)    Pemimpin sama sekali tidak memberikan control dan koreksi terhadap pekerjaan bawahannya.

2)    Pembagian tugas dan kerja sama diserahkan sepenuhnya kepada bawahannya tanpa petunjuk atau saran – saran dari pemimpin. Dengan demikian mudah terjadi kekacauan – kekacauan dan bentrokan – bentrokan.

3)    Tingkat keberhasilan anggota dan kelompok semata – mata disebabkan karena kesadaran dan dedikasi beberapa anggota kelompok, dan bukan karena pengaruh dari pemimpin.

4)     Struktur organisasinya tidak jelas atau kabur, segala kegiatan dilakukan tanpa rencana dan tanpa pengawasan dari pimpinan.

Kelebihan

1)    Keputusan berdasarkan keputusan anggota

2)    Tidak ada dominasi dari pemimpin.

  1. 3.    Tipe peternalistik

Cara ini boleh dikatakan untuk seorang pemimpin yang bersifat ‘Kebapakan’, ia menganggap anak buahnya sebagai ‘anak’ atau manusia yang belum dewasa yang dalam segala hal masih membutuhkan bantuan dan perlindungan, yang kadang-kadang perlindungan yang berlebih-lebihan.

Kelemahan

1)    Para bawahan tidak dimanfaatkan sebagai sumber informasi, ide dan saran

2)    Adanya penonjolan yang mendominasi

Kelebihan

  1. Kuatnya ikatan primordial
  2. Extended family system
  3. Kehidupan masyarakat yang komunalistik
  4. Peranan adat istiadat yang sangat kuat dalam kehidupan bermasyarakat
  5. Masih dimungkinkannya hubungan pribadi yang intim antara seorang        anggota

Contohnya :

Seorang Ayah sebagai kepala keluarga pasti sering menganggap anak – anak tidak pernah bersikap dewasa. Sehingga seorang ayah cendrung selalu protektif kepada anak – anaknya.

  1. 4.    Tipe militerlistik

Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan; Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya; Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan; Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan; Sukar menerima kritikan dari bawahannya; Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.

Kelemahan

1)    Lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando terhadap bawahannya, keras, otoriter, kaku dan kadang-kadang kurang bijaksana dan selalu berorientasi pada pencapaian tugas pokok,

2)    Karakter kepemimpinan militeristis adalah lebih bersifat tertutup, terkesan kaku, karena terpaku dengan herarki serta terlalu responsif dalam menghadapi dan mengantisipasi perubahan situasi, lebih bersifat sentralistik terhadap figur pemimpinnya, karena kepatuhan terhadap struktur organisasi komando, yang kesemuanya adalah kontra produktif dengan tuntutan arus globalisasi

Kelebihan

1)    Menghendaki kepatuhan mutlak dan disiplin tinggi dari bawahannya,

2)    Sangat menyenangi formalitas,

3)    Menerima saran usul, sugesti dan kritikan-kritikan dari bawahannya dan,

4)    Kemampuan teknis, administratif dan managerial lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan orang sipil

Contohnya :

Seseorang yang memiliki latar belakang kemilitiran biasanya menerapkan sikap militer di kehidupannya seperti tidak mentoleransi keterlambatan karena dianggap tidak disiplin waktu.

  1. 5.  Tipe demokratis

Pemipin seperti ini ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan demokratis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri.

Kelemahan

1)    Proses pengambilan keputusan akan memakan waktu yang lebih banyak

2)    Sulitnya pencapaian kesepakatan

Kelebihan

1)    Dalam melaksanalan tugasnya, ia mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran – saran dari kelompoknya

2)    Ia mempunyai kepercayaan pula pada anggota – anggotanya bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab

3)    Ia selalu berusaha membangun semangat anggota kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya dengan cara memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan. Di samping itu, ia juga memberi kesempatan kepada anggota kelompoknya agar mempunyai kecakapan memimpin dengan jalan mendelegasikan sebagian kekuasaan dan tanggung jawabnya.

Contohnya :

Seorang pemimpin memimpin rapat hasil keputusan pemilu yang sudah dilakukan, lalu mengesahkannya.